KONI Buol Pangkas Cabor Porprov dari 23 Jadi 18, Target Lima Besar Diuji di Meja Evaluasi TC

Buol,MEDIABUSERNEWS.com, – Persiapan kontingen Kabupaten Buol menuju Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) X Sulawesi Tengah di Morowali, Desember 2026, memasuki fase evaluasi yang cukup menentukan. Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Buol resmi mengubah daftar cabang olahraga (cabor) yang dipersiapkan untuk menghadapi ajang olahraga tingkat provinsi tersebut.

Perubahan itu tertuang dalam Surat Keputusan Ketua Umum KONI Kabupaten Buol Nomor 057/KONI-BL/SK/IX/2026 tertanggal 14 September 2026, sebagai perubahan atas SK sebelumnya Nomor 040/KONI-BL/SK/V/2026 yang diterbitkan pada Mei 2026.
Jika sebelumnya terdapat 23 cabor yang dipersiapkan, kini jumlah tersebut dipangkas menjadi 18 cabor.

Pengurangan lima cabor tersebut tentu bukan sekadar perubahan administratif. Di balik keputusan itu terdapat persoalan strategis: bagaimana KONI Buol mengonsentrasikan sumber daya yang terbatas untuk mengejar target besar yang sebelumnya telah disampaikan Ketua Umum KONI Buol, H. Risharyudi Triwibowo Timumun, M.M., yakni membawa kontingen Buol menembus lima besar Porprov X Sulteng.

23 Cabor disaring Menjadi 18
berdasarkan keputusan terbaru, 18 cabor yang dipersiapkan menuju Porprov X Sulteng di Morowali 2026 adalah:
Taekwondo Indonesia (TI) Buol
Persatuan Gateball Seluruh Indonesia (PERGATSI) Buol
Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Buol
Persatuan Sepak Takraw Indonesia (PSTI) Buol
Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia (PODSI) Buol
Persatuan Olahraga Biliar Seluruh Indonesia (POBSI) Buol. Asosiasi PSSI (ASKAB PSSI) Buol
Federasi Olahraga Pentaque Indonesia (FOPI) Buol
Persatuan Menembak Indonesia (PERBAKIN) Buol.

Selanjutnya, Persatuan Tinju Amatir Indonesia (PERTINA) Buol
Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Buol
Asosiasi Futsal Kabupaten (AFKAB) Buol
Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PTMSI) Buol
Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) Buol
Kick Boxing Indonesia (KBI) Buol.

Federasi Aero Sport Indonesia (FASI) Buol
Ikatan Motor Indonesia (IMI) Buol
Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Buol
KONI Buol menyebut penetapan tersebut dilakukan setelah melalui proses pendataan, evaluasi dan pengolahan data terkait cabor serta atlet.

Rekam jejak prestasi menjadi salah satu indikator yang diperhatikan. Capaian pada Porprov sebelumnya maupun prestasi dalam berbagai kejuaraan menjadi bahan untuk membaca sejauh mana peluang masing-masing cabor memberikan kontribusi terhadap perolehan medali.

Efisiensi anggaran daerah jadi salah satu faktor,
situasi tersebut secara tidak langsung menuntut KONI melakukan seleksi lebih ketat terhadap cabor dan atlet yang akan mendapatkan dukungan.

Pertanyaannya kemudian bukan hanya berapa banyak cabor yang dikirim, tetapi seberapa realistis potensi medali yang dapat dikonversi menjadi posisi Buol dalam klasemen akhir.
Sebab, target lima besar membutuhkan strategi yang terukur.

Pengiriman banyak cabang tanpa kalkulasi prestasi justru berpotensi membuat dukungan sumber daya menjadi tidak fokus.
Sebaliknya, konsentrasi terhadap cabor yang memiliki rekam prestasi dan atlet potensial diharapkan mampu memperbesar peluang Buol mengumpulkan medali.

Di sinilah perubahan dari 23 menjadi 18 cabor menjadi bagian penting untuk dicermati.
TC Oktober jadi titik uji.
Menariknya, SK terbaru tersebut belum menutup kemungkinan adanya evaluasi lanjutan.

KONI Buol masih membuka ruang perubahan berdasarkan perkembangan pembinaan dan hasil evaluasi pada tahapan berikutnya.
Salah satu momentum penting adalah Training Center (TC) yang direncanakan mulai Oktober 2026.

TC nantinya bukan hanya menjadi ruang pemusatan latihan, tetapi juga dapat menjadi arena pembuktian terakhir terhadap kualitas atlet yang dipersiapkan.
Performa, kedisiplinan, kesiapan bertanding serta peluang masing-masing atlet dalam mendulang prestasi akan menjadi faktor penting dalam penyusunan komposisi kontingen.

18 cabor yang telah ditetapkan tersebut belum otomatis menjadi ukuran final kekuatan Buol di Morowali. Masih terdapat ruang evaluasi apabila hasil pembinaan menunjukkan adanya perubahan terhadap peta kekuatan atlet maupun peluang perolehan medali.

Target lima besar yang disampaikan sejak pelantikan pengurus KONI Buol pada mei lalu kini memasuki fase pembuktian.
Perubahan jumlah cabor menunjukkan bahwa KONI Buol memilih pendekatan yang lebih selektif dan terukur.

Namun efektivitas strategi tersebut baru dapat terlihat ketika para atlet turun dalam arena pertandingan.
Kini perhatian publik olahraga Buol tertuju pada satu hal: apakah konsolidasi 18 cabor tersebut mampu menghasilkan prestasi yang cukup untuk mengantarkan Buol memenuhi target lima besar Porprov X Sulteng?

Jawabannya tidak cukup diukur dari jumlah cabor yang diberangkatkan, tetapi dari kualitas pembinaan, kesiapan atlet, ketepatan strategi pertandingan, serta kemampuan KONI mengoptimalkan sumber daya yang tersedia.

TC Oktober akan menjadi salah satu tahapan penting untuk menguji semuanya.
Porprov X di Morowali bukan sekadar agenda olahraga. Bagi Buol, ajang tersebut akan menjadi panggung untuk membuktikan sejauh mana pembinaan olahraga daerah mampu diterjemahkan menjadi prestasi nyata.

Anwar pemerhati olahraga yang juga pernah menjadi atlet sepak bola, mengapresiasi perhatian Ketua Umum KONI Buol, H. Risharyudi Triwibowo Timumun, M.M, terhadap kemajuan olahraga di Bumi Pogogul. Namun, menurutnya, perhatian tersebut harus dibarengi dengan pembenahan serius pada sistem seleksi atlet, terlebih di tengah kebijakan efisiensi anggaran yang menuntut setiap rupiah dukungan olahraga benar-benar menghasilkan prestasi.

Pihaknya berharap para duta olahraga Buol yang akan berlaga di Porprov X Sulteng di Morowali Desember mendatang tidak sekadar hadir sebagai pelengkap kontingen, tetapi mampu tampil kompetitif dan membawa pulang medali yang membanggakan daerah.

Anwar juga menyoroti hasil Pekan Olahraga Pelajar Daerah(POPDA) ke XXIV Sulteng yang digelar di Buol pada agustus 2026. Menurutnya, sejumlah capaian yang diraih kontingen Buol masih jauh dari harapan. Kondisi tersebut, kata dia, seharusnya menjadi bahan evaluasi serius bagi KONI Buol maupun pihak-pihak yang terlibat dalam pembinaan dan seleksi atlet.

Dikatakanya seleksi atlet harus benar-benar berbasis kemampuan, teknik, rekam prestasi dan kesiapan bertanding. Jangan sampai kepentingan lain masuk dan mengalahkan prinsip objektivitas, terangnya.

Seharusnya KONI Buol menjadikan pengalaman POPDA kemarin yang digelar di Buol itu, sebagai pelajaran penting. Sorotan mengenai adanya dugaan peserta yang memiliki hubungan dengan pejabat namun dinilai belum memiliki penguasaan teknik cabang olahraga yang memadai, menurutnya, harus diverifikasi dan tidak boleh dibiarkan agar tidak menjadi persepsi publik yang kurang baik, tegasnya.

Kalau benar ada atlet yang dipilih bukan karena kemampuan, tetapi karena faktor kedekatan atau status orang tuanya, ini harus dihentikan. Seleksi atlet harus transparan dan terukur. Yang dikirim ke arena pertandingan adalah mereka yang benar-benar layak, bukan sekadar memiliki nama atau latar belakang tertentu.

Karena itu, Anwar meminta Ketua KONI Buol memastikan proses seleksi menuju Porprov X berlangsung lebih ketat, terbuka dan profesional. Menurutnya, target lima besar tidak mungkin dicapai apabila proses pembentukan kontingen masih menyisakan celah bagi keputusan yang tidak sepenuhnya berbasis prestasi.

Morowali nanti adalah panggung pembuktian. Jangan sampai target lima besar hanya menjadi slogan, sementara proses menuju ke sana tidak dibangun dengan standar seleksi yang kuat. Atlet terbaik harus mendapat kesempatan terbaik untuk membawa nama Buol membawa sejumlah prestasi yang membanggakan, pungkasnya.(mbn.ril)

  • ManWith mediabusernews

    Related Posts

    GEMPAR! Dugaan Skandal Asusila Oknum Kades Doulan Mengemuka, Kadis BPMD Buol Diminta Nonaktifkan Sementara

    Buol, MEDIABUSERNEWS.com, – Dugaan tindakan asusila yang menyeret Kepala Desa Doulan, Kecamatan Bokat, Kabupaten Buo Sulteng, berinisial SM, bersama seorang aparat desanya, mulai menjadi sorotan publik dan disebut telah menimbulkan…

    Rabu, 9 September 2026 β€” Tim Kantor Pertanahan Kabupaten Buol melaksanakan kegiatan pengumpulan data dan identifikasi lapangan

    Buol, MEDIABUSERNEWS.com, – terkait sengketa pertanahan di Kelurahan Kali, Kecamatan Biau.Dalam kegiatan ini, tim melakukan peninjauan lokasi, pengukuran bidang tanah dengan penunjukan batas oleh pemilik tanah, serta pengumpulan data dan…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    You Missed

    KONI Buol Pangkas Cabor Porprov dari 23 Jadi 18, Target Lima Besar Diuji di Meja Evaluasi TC

    GEMPAR! Dugaan Skandal Asusila Oknum Kades Doulan Mengemuka, Kadis BPMD Buol Diminta Nonaktifkan Sementara

    Rabu, 9 September 2026 β€” Tim Kantor Pertanahan Kabupaten Buol melaksanakan kegiatan pengumpulan data dan identifikasi lapangan

    Pemerintah Daerah bersama Kantor Pertanahan Kabupaten Buol melaksanakan rapat koordinasi.

    BUPATI BUOL DORONG PENGEMBANGAN PLTS 20 MW UNTUK PERKUAT KEANDALAN LISTRIK DAERAH

    Selasa 8/9/2026, Kantor Pertanahan Kabupaten Buol menggelar rapat pembahasan hasil pengumpulan data dan identifikasi lapangan terkait sengketa pertanahan.