
Buol – Sulteng, MEDIABUSER NEWS.com, β Sejauh mana kehadiran Tower Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) benar-benar menjawab kebutuhan komunikasi masyarakat di wilayah pelosok Kabupaten Buol? Pertanyaan ini menjadi bagian penting dalam agenda monitoring dan peliputan lapangan yang melibatkan BAKTI Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) bersama tim CNBC Indonesia, senin,19/10/2026.
Kunjungan tim tersebut diterima langsung Wakil Bupati Buol, dr. Moh. Nasir Dj. Daimaroto, S.H., M.H., di ruang kerjanya. Agenda ini bukan sekadar kunjungan koordinasi, tetapi juga diarahkan untuk mengukur tingkat kepuasan masyarakat sekaligus mendokumentasikan dampak nyata pemanfaatan infrastruktur telekomunikasi Tower BAKTI.
Pembangunan menara telekomunikasi di wilayah terpencil diharapkan mampu mengatasi persoalan blank spot atau wilayah yang belum terjangkau sinyal komunikasi secara memadai. Namun, keberadaan infrastruktur fisik perlu diikuti dengan kualitas layanan yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

Karena itu, pemantauan lapangan menjadi penting untuk mengetahui apakah konektivitas yang tersedia benar-benar membantu warga mengakses informasi, mendukung kegiatan pendidikan, memperlancar pelayanan publik, hingga membuka peluang ekonomi digital.
Dalam konteks tersebut, kesaksian masyarakat menjadi salah satu aspek penting untuk melihat manfaat sekaligus mengidentifikasi kendala jaringan yang masih perlu dibenahi.
Wakil Bupati Buol( Wabup) Dr. Moh. Nasir Dj. Daimaroto,SH,MH menyampaikan apresiasi kepada pemerintah pusat melalui BAKTI Komdigi atas upaya pemerataan akses telekomunikasi hingga ke wilayah pelosok.
Menurutnya, kehadiran Tower BAKTI memiliki peran strategis dalam memperluas akses informasi dan mendukung percepatan transformasi digital di Kabupaten Buol.
Dikatakanya kehadiran Tower BAKTI merupakan jawaban atas kerinduan masyarakat yang selama ini minim akses komunikasi. Pemerintah Kabupaten Buol sangat mengapresiasi dukungan berkelanjutan dari pemerintah pusat dalam meretas ketimpangan konektivitas, ujar Wabup Nasir.
Pihaknya berharap peliputan bersama CNBC Indonesia dapat menggambarkan kondisi sebenarnya di lapangan, termasuk manfaat yang telah dirasakan masyarakat dan aspirasi mereka untuk peningkatan kualitas layanan telekomunikasi ke depan.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Buol, Dra. Ikhlasiani, menegaskan kesiapan pihaknya untuk mendampingi proses monitoring dan evaluasi infrastruktur telekomunikasi tersebut.
Menurutnya, pembangunan Tower BAKTI tidak cukup hanya diukur dari berdirinya menara, tetapi juga dari keberlanjutan fungsi dan manfaatnya bagi warga.
Pihak Dinas KominfoSP Buol siap mendampingi dan memfasilitasi seluruh rangkaian monitoring serta evaluasi ini. Kehadiran Tower BAKTI di Kabupaten Buol bukan sekadar mendirikan bangunan fisik, melainkan membuka pintu aksesibilitas digital bagi wargai di pelosok Buol, tegasnya.
Sembari berharap sinergi BAKTI Komdigi, pemerintah daerah, dan media nasional dapat memperkuat perluasan cakupan sinyal yang stabil sekaligus mendorong peningkatan literasi digital masyarakat secara berkelanjutan.
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, perwakilan BAKTI Komdigi bersama tim CNBC Indonesia dijadwalkan turun langsung ke permukiman warga untuk menggali pengalaman, tanggapan, serta tingkat kepuasan masyarakat setelah memperoleh akses internet dan layanan telekomunikasi melalui Tower BAKTI.
Langkah ini penting agar evaluasi tidak hanya bertumpu pada laporan pembangunan, tetapi juga mempertimbangkan pengalaman pengguna di lapangan, termasuk kestabilan jaringan dan manfaatnya bagi aktivitas sehari-hari.
Bagi masyarakat di wilayah yang sebelumnya mengalami keterbatasan akses komunikasi, jaringan telekomunikasi yang berfungsi dengan baik dapat menjadi pintu masuk menuju layanan pendidikan, informasi, administrasi publik, dan peluang usaha yang lebih luas.
Monitoring dan peliputan ini diharapkan menjadi bahan evaluasi untuk memperkecil kesenjangan digital antar wilayah di Kabupaten Buol. Namun, ukuran keberhasilan pemerataan konektivitas pada akhirnya bukan semata jumlah menara yang dibangun, melainkan sejauh mana masyarakat benar-benar mendapatkan akses yang memadai, stabil, dan berkelanjutan.
Publik tentu berharap hasil pemantauan tersebut dapat menjadi masukan konkret bagi peningkatan layanan telekomunikasi di daerah yang masih menghadapi keterbatasan jaringan.
Dengan demikian, sinergi pemerintah pusat, Pemerintah Kabupaten Buol, dan media nasional diharapkan tidak berhenti pada kegiatan kunjungan dan dokumentasi, tetapi turut mendorong perbaikan layanan yang manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.(mbn.001)
MEDIA BUSER NEWS.com, – Mengulas Fakta, Mengawal Kebenaran.


