Salam Redaksi : Menanti Janji Politik Naga Bonar

Syamsudin Intam Pemred Media Buser News.com, mantan wartawan LKBN – antara

Buol, Media Buser News.com, – pertarungan calon pemimpin di kabupaten Buol untuk masa jabatan lima tahun kedepan telah berakhir. Masyarakat cukup lega karena pemenangnya adalah hasil pilihan rakyat suara terbanyak walaupun harus diputuskan oleh mahkamah konstitusi. Selamat untuk H. Risharyudi Triwibowo Timumun, MM dan Dr. Moh Nasir Dj. Daimaroto, SH, MH sebagai bupati dan wakil Bupati ke lima kabupaten buol.

Kini masyarakat sedang menanti janji-janji politik yang mengantar Naga Bonar meraih suara tertinggi di negeri tercinta Bvuoyo lripu koponuto. Petani mengimpikan kapan jalan ke kebun mereka mulus terjangkau dengan muda menuju lahan tempat bercocok tanam menambah penghasilannya sebagai tanggung jawab memenuhi kebutuhan hidup  isteri dan anak. Pedagang berdoa kapan terjadi peningkatan penghasilan rakyat, sehingga perputaran ekonomi di daerah yang pertama dimekarkan di provinsi Sulawesi Tengah ini sejajar dengan daerah lain.

Mencermati pidato-pidato mas Bowo di beberapa pertemuan dengan masyarakat cukup menjanjikan suatu perubahan yang dahsyat akan terjadi minimal lima tahun kedepan.
Memang hari ini kita belum lihat wujud nyata kerja mereka berdua, karena baru tiga hari bekerja setelah bupati  Bowo di jemput sejumlah masyarakat dan staf pemerintahan kabupaten di bandara Pogogul Abdul Karim Mbouw, Selasa 2 Maret 2025.

Namun impian dan harapan masyarakat Buol tetap menjadi pekerjaan rumah yang serius bagi bupati dan wakil bupati yang nampak sangat bersemangat membenahi buol tercinta.
Petani menanti harga jagung yang signifikan minimal sama dengan harga di Gorontalo misalnya. Sebab hari ini  jagung petani hanya di harga paling tinggi rp4.000/kg dibeli oleh pedagang dari daerah tetangga kita kabupaten Gorontalo.

Sementara di Gorontalo sendiri harga jagung Rp 5.500/kg. Selisih harga yang tidak sedikit itu jika di hitung produksi jagung kabupaten buol minimal 1.400 ton/ tahun. Artinya setiap tahun kita memberi uang ke Gorontalo sekitar Rp 1,7 miliar.

Keseimbangan harga jagung ini hanya bisa ditanggulangi dengan mendatangkan investor langsung berada dan menetap di kabupaten Buol.
Deposit tambang antara lain emas, batubara, biji besi dan lainnya kini menanti investor untuk menjadi salah satu kebanggaan rakyat buol seperti halnya kabupaten Morowali saat ini menjadi daerah dengan income perkapita tertinggi di pulau Sulawesi.

Tambang emas yang sudah nyata saat ini dikelola secara tradisional cukup menjanjikan bagi para penambang.
Apalagi kalau dikelola secara besar-besaran melalui teknik yang canggih sudah pasti akan memperbesar peredaran  ekonomi yang lebih baik bagi masyarakat.(Syamsudin Intam)(Bersambung).

  • Related Posts

    Bupati Buol Perjuangkan Solusi Koperasi Plasma dan Penguatan KDKMP di Kementerian Koperasi RI

    JAKARTA, mediabusernews.com, – Pemerintah Kabupaten Buol terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat sektor koperasi sebagai salah satu pilar penggerak ekonomi masyarakat. Komitmen tersebut diwujudkan melalui pertemuan antara Bupati Buol, H. Risharyudi…

    IBI Buol Peringati HUT ke-75 dengan Aksi Sosial, Donor Darah dan Layanan Kesehatan Gratis Diserbu Warga

    Buol, mediabusernews.com, – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-75 Ikatan Bidan Indonesia (IBI), Pengurus IBI Kabupaten Buol menggelar Bakti Sosial dan Pelayanan Kesehatan Masyarakat di kawasan Car Free…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    You Missed

    Bupati Buol Perjuangkan Solusi Koperasi Plasma dan Penguatan KDKMP di Kementerian Koperasi RI

    IBI Buol Peringati HUT ke-75 dengan Aksi Sosial, Donor Darah dan Layanan Kesehatan Gratis Diserbu Warga

    Kafilah Buol Masuk 10 Besar MTQ Ke XXXI Tingkat Provinsi Sulteng, Kota Palu Raih Juara Umum

    POLSEK TAWAELI DI MINTA SEGERA TANGKAP MMA PELAKU DUGAAN PENGGELAPAN TERHADAP PETANI ASAL BUOL

    Rapat Pelaksanaan Inventarisasi Tanah Terindikasi Terlantar

    Pengambilan Sumpah Sertipikat Hilang