JAKARTA, mediabusernews.com, β Pemerintah Kabupaten Buol terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat sektor koperasi sebagai salah satu pilar penggerak ekonomi masyarakat. Komitmen tersebut diwujudkan melalui pertemuan antara Bupati Buol, H. Risharyudi Triwibowo Timumun, MM dan Wakil Menteri Koperasi Republik Indonesia, Farida Faricha, di Kantor Kementerian Koperasi RI, di Jakarta, Jumat, 12/6/2026.

Dalam pertemuan tersebut, Bupati Buol sapaan akrabnya Bowo Timumun, menyampaikan berbagai persoalan strategis yang masih dihadapi koperasi di kabupaten Buol, khususnya terkait koperasi plasma sawit yang hingga kini masih menghadapi sengketa kepengurusan serta belum optimalnya kesejahteraan anggota koperasi.
Menurut Bowo Timumun banyak anggota koperasi plasma yang masih menerima hasil pengelolaan kebun sawit jauh di bawah harapan.
Selain itu, Pemerintah Kabupaten Buol juga mengusulkan dukungan pemerintah pusat terkait penyediaan lahan untuk pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP), penguatan kelembagaan koperasi, pengembangan usaha produktif, hingga perluasan akses pembiayaan bagi koperasi dan pelaku usaha masyarakat, ujarnya.
Bupati Buol Gercep itu menegaskan bahwa koperasi harus mampu tumbuh menjadi lembaga ekonomi yang sehat, mandiri, dan berkelanjutan. Oleh karena itu, sinergi antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat dinilai sangat penting untuk mempercepat penguatan sektor koperasi di Kabupaten Buol, tegasnya.
Menanggapi hal tersebut, Wakil Menteri Koperasi RI, Farida Faricha
memberikan apresiasi atas langkah proaktif Bupati Buol itu dalam memperjuangkan kepentingan koperasi dan masyarakat. Terkait persoalan koperasi plasma sawit, Kementerian Koperasi menyatakan siap membantu mencarikan solusi guna menyelesaikan berbagai permasalahan yang ada, tegas, tegasnya.
Dikatakanya terkait pengembangan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP), pemerintah daerah bersama pemerintah desa dan kelurahan didorong untuk menyiapkan lahan yang dibutuhkan agar program tersebut dapat segera direalisasikan.
Dalam aspek permodalan, Kementerian Koperasi juga membuka peluang dukungan pembiayaan melalui Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB), sebagai upaya memperkuat kapasitas usaha koperasi dan meningkatkan akses modal bagi pelaku ekonomi masyarakat, terangnya.
Pertemuan itu juga menjadi langkah strategis dalam mempererat kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Buol dan Kementerian Koperasi RI, sekaligus membuka peluang penyelesaian persoalan koperasi plasma serta percepatan pengembangan koperasi yang lebih sehat, produktif, dan berdaya saing di Kabupaten Buol.(mbn.ril)


