
Buol, Media Buser News.com, – Teluk lokodidi dan lokodoka sangat menjanjikan untuk budidaya atau pembesaran ikan menggunakan keramba, namun sampai saat ini tidak dimanfaatkan sebagai obyek penghasilan nelayan sekitarnya. Padahal lautnya cukup tenang ditunjang oleh areal yang luasΒ dan bersahabat.
Sementara daerah Buol termasuk kabupaten yang produksi ikannya sangat rendah dan harus mendatangkan dari daerah tetangga kabupaten Tolitoli, sehingga konsumen merasa harga ikan di buol selangit. Para nelayan tidak dapat mengharapkan hasil tangkapan ikan permukaan karena arus lautnya kurang bersahabat. Hal ini sebagai pengaruh geografis perairan laut kita yang kurang pulau-pulau kecil disekitarnya.
Kabupaten buol berpotensi besar untuk pemeliharaan ikan air tawar. Ratusan hektar areal air pasang surut yang bisa dimanfaatkan untuk tambak ikan bandeng misalnya antara lain di kelurahan Bugis kecamatan Biau dan desa kantanan di kecamatan bokat. Di era pemerintahan bupati Amiruddin Rauf pernah terlihat tambak-tambak ikan tetapi diduga keras lebih banyak menjadi milik pejabat yang berkuasa saat itu.
Di bidang perkebunan cukup menjanjikan bagi petani. Jika terealisasi janji Naga Bonar untuk menanam sawit sangat menguntungkan, karena lahan yang tersedia masih cukup luas. Apalagi Pemda kabupaten Buol telah membagi-bagi tanah untuk rakyat (taurat) dibeberapa kecamatan antara lain kecamatan Bukal dan Tiloan ribuan hektar hutan telah bersertifikat atas nama masyarakat setempat.
Masalah sertifikat taurat ini perlu segera mendapat perhatian khusus Pemda kabupaten Buol sebab bisa terjadi berbagai kemungkinan misalnya diperjualbelikan oleh pemiliknya, sehingga pada saatnya rakyat menjadi penonton di desanya sendiri. Apalagi sang pemilik hanya mengenal lahannya di buku sertifikat, oleh: Syamsudin Intam Pemred (Bersambung)








