
Buol, mediabusernews com, โ Dugaan lambannya penyelesaian pembangunan Gedung Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA) di Desa Dutuno Kecamatan Paleleh Kabupatรจn Buol Sulteng, kembali menjadi sorotan publik. Saharudin, yang juga menjabat sebagai Imam Desa Dutuno, mendesak Bupati Buol agar memerintahkan Inspektorat Kabupaten Buol bersama Aparat Penegak Hukum (APH) untuk menelusuri proses pelaksanaan proyek tersebut secara menyeluruh.
Menurut Saharudin, masyarakat membutuhkan kejelasan atas keterlambatan pembangunan gedung TPA yang dianggarkan sekitar Rp90 juta pada Tahun Anggaran 2025. Pihaknya mempertanyakan mengapa bangunan yang semestinya telah rampung pada akhir tahun 2025 justru baru kembali dikerjakan setelah pihaknya melayangkan surat kepada Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Dutuno, tuturnya kepada media ini melalui telepon selulernya beberapa hari yang lalu.
Dikatakanya publik juga bertanya-tanya, ada apa sebenarnya? Mengapa pekerjaan baru dilanjutkan setelah ada surat yang kami sampaikan kepada BPD? Padahal masyarakat sudah lama menunggu gedung itu selesai agar bisa dimanfaatkan untuk kegiatan belajar mengaji, ujar Saharudin.

Saharudin berharap Inspektorat bersama APH melakukan pemeriksaan secara objektif untuk memastikan apakah terdapat pelanggaran administrasi, kelalaian, atau penyimpangan dalam pelaksanaan proyek tersebut. Dan apabila ditemukan pelanggaran, proses penegakan hukum harus dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku agar memberikan efek jera, tegasnya.
Di tengah munculnya pertanyaan publik, beredar pula dugaan adanya ketidakwajaran dalam proses pelaksanaan pekerjaan yang menyeret nama Plt. Kepala Desa Dutuno Zakaria, Namun demikian, dugaan tersebut masih memerlukan pembuktian melalui proses audit dan penyelidikan oleh pihak berwenang. Karena itu, asas praduga tak bersalah harus tetap dikedepankan hingga ada hasil pemeriksaan resmi.
Masyarakat berharap pemerintah daerah tidak membiarkan persoalan ini berlarut-larut. Selain menyangkut penggunaan anggaran negara, keterlambatan pembangunan juga dinilai menghambat pemanfaatan fasilitas pendidikan keagamaan yang sangat dibutuhkan warga Desa Dutuno, pungkasnya
Hingga berita ini ditayang Plt Kades Dutuno Zakaria saat di hubungi via telepon selulernya maupun WhatsAppnya belum memberikan klarifikasi terkait pembangunan TPA tersebut.(mbn.ril)


