
Buol, MEDIABUSERNEWS.com, – Pernyataan Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, yang menyebut Amran Batalipu sebagai perintis pembangunan Kabupaten Buol memunculkan beragam tafsir politik. Di tengah menghangatnya dinamika menjelang Pilkada Buol, pujian tersebut dinilai bukan sekadar penghargaan atas sejarah pembangunan, tetapi juga dapat dibaca sebagai sinyal politik yang mengundang perhatian publik, ujarnya pada saat peletakan batu pertama secara simbolis, pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di Desa Tamit, Kecamatan Bunobogu Kabupaten Buol, selasa, 25/8/2026.
Anwar Hafid secara terbuka mengenang kebersamaannya dengan Amran Batalipu ketika sama-sama menjabat sebagai bupati termuda di Sulawesi Tengah.
Dirinya menegaskan, bahwa berbagai fondasi pembangunan yang diletakkan pada masa kepemimpinan Amran kini telah dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Buol, tegasnya.
Pernyataan Gubernur Sulteng itu langsung memantik respons dari sejumlah tokoh masyarakat.
Salah satunya tokoh masyarakat Buol, Abd. Hamid, yang menilai pengakuan tersebut merupakan apresiasi objektif terhadap rekam jejak kepemimpinan Amran Batalipu.
Menurutnya, jika melihat pengakuan seorang gubernur terhadap kontribusi Amran, peluang mantan Bupati Buol itu untuk kembali memimpin Buol lima tahun mendatang semakin terbuka.
Lebih jauh, Abd. Hamid menilai ucapan Anwar Hafid dapat dibaca sebagai indikasi awal adanya dukungan politik, termasuk kemungkinan terbukanya ruang komunikasi dengan Partai Demokrat dalam kontestasi Pilkada Buol mendatang.
Meski demikian, hingga kini belum ada pernyataan resmi dari Partai Demokrat maupun Amran Batalipu yang mengonfirmasi arah dukungan tersebut.
Apakah pujian Anwar Hafid murni bentuk penghormatan terhadap sejarah pembangunan Buol, atau menjadi awal dari peta politik baru menuju Pilkada? Publik kini menunggu langkah-langkah politik berikutnya yang akan menjawab berbagai spekulasi tersebut.(mbn.ril)


