
Buol – Sulteng, MEDIABUSERNEWS.com, β Ancaman kanker serviks atau kanker leher rahim terhadap perempuan tidak boleh dipandang sebelah mata. Deteksi dini menjadi langkah krusial untuk mencegah penyakit ini berkembang tanpa disadari. Menjawab tantangan tersebut, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Buol menjadwalkan pemeriksaan HPV DNA secara serentak di seluruh puskesmas se-Kabupaten Buol, rabu, 21 Oktober 2026.
Program ini bukan sekadar agenda pemeriksaan kesehatan rutin. Lebih dari itu, skrining HPV DNA menjadi bagian penting dari upaya memperluas akses deteksi dini sekaligus mendorong perempuan agar tidak menunggu munculnya gejala sebelum memeriksakan diri.
Metode HPV DNA digunakan untuk mendeteksi keberadaan jenis Human Papillomavirus (HPV) berisiko tinggi yang menjadi penyebab utama kanker serviks. Pemeriksaan ini dapat membantu mengidentifikasi risiko sejak dini, bahkan sebelum terjadi perubahan sel yang mengarah pada kanker.
Dengan dukungan tenaga kesehatan terlatih, proses pemeriksaan dilakukan melalui pengambilan sampel menggunakan alat khusus. Prosedurnya relatif sederhana dan umumnya hanya menimbulkan ketidaknyamanan ringan, meskipun pengalaman setiap peserta dapat berbeda.
Hasil pemeriksaan nantinya menjadi dasar bagi tenaga kesehatan untuk menentukan langkah selanjutnya, termasuk pemeriksaan lanjutan apabila ditemukan hasil yang memerlukan penanganan.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Buol, Gamar A. Lahamade, menegaskan bahwa deteksi dini merupakan langkah penting untuk meningkatkan peluang pencegahan dan penanganan kanker serviks.
Dikatakanya Deteksi dini adalah kunci menyelamatkan perempuan Buol dari kanker leher rahim. Kami mengajak seluruh perempuan sasaran untuk memeriksakan diri di puskesmas terdekat, tanpa rasa takut dan malu,β ujarnya.
Pesan tersebut menegaskan bahwa rasa takut, malu, maupun anggapan pemeriksaan tidak diperlukan ketika tubuh belum menunjukkan keluhan seharusnya tidak menjadi penghalang untuk menjaga kesehatan reproduksi.
Di balik pelaksanaan skrining serentak ini, tantangan berikutnya adalah memastikan perempuan yang menjadi sasaran benar-benar memperoleh akses pemeriksaan, memahami hasilnya, serta mendapatkan tindak lanjut jika ditemukan indikasi berisiko.
Keberhasilan program tidak cukup diukur dari terselenggaranya pemeriksaan pada satu hari. Cakupan peserta, akses informasi, kerahasiaan hasil pemeriksaan, dan kepastian pelayanan lanjutan juga menjadi bagian penting yang perlu diperhatikan.
Dinkes Buol berharap dukungan kader kesehatan, pemerintah desa, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta lintas sektor dapat memperkuat sosialisasi dan mengajak perempuan memanfaatkan layanan skrining di puskesmas.
Melalui program ini, Pemerintah Kabupaten Buol melalui Dinkes diharapkan semakin memperkuat upaya pencegahan kanker serviks dan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesehatan perempuan.
Bagi perempuan yang termasuk sasaran pemeriksaan, segera hubungi puskesmas terdekat untuk memastikan persyaratan, jadwal, dan ketersediaan layanan HPV DNA.
Jangan menunggu penyakit datang untuk mulai peduli. Deteksi lebih dini, pahami hasil pemeriksaan, dan ikuti anjuran tenaga kesehatan.( MBN.001)
Mediabuser News.com, – Mengulas Fakta, Mengawal Kebenaran.


