
Buol, MEDIABUSERNEWS.com, – Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kabupaten Buol bukan lagi sekadar persoalan titik api. Data periode April hingga Oktober 2026 menunjukkan luas lahan terdampak telah mencapai 2.048 hektare, tersebar di 42 desa/kelurahan pada 11 kecamatan.
Angka tersebut menjadi alarm serius di tengah musim kemarau yang masih berlangsung. Sebab, sebagian besar lahan yang terdampak merupakan perkebunan warga maupun lahan non perkebunan, baik yang berada dalam kawasan hutan maupun Areal Penggunaan Lain (APL).
Data yang menjadi catatan Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Pogogul) tersebut disampaikan Bupati Buol melalui Kepala Pelaksana BPBD Buol, Moh. Kachfi Mardjuni, menyebutkan
Desa Binuang, Bukal, Unone, dan Winangun menjadi wilayah dengan dampak terparah, dengan luas areal terdampak mencapai sekitar 200 hingga lebih dari 300 hektare, ujarnya.
Sebaran Karhutla tidak hanya terjadi di satu wilayah. Dampaknya tercatat di Kecamatan Bukal, Tiloan, Momunu, Bokat, Lakea, Karamat, Bunobogu, Paleleh Barat, Paleleh, Biau, hingga Gadung.
Bukan Sekadar Api, Ada Ancaman yang Lebih Besar
Di balik angka 2.048 hektare tersebut, terdapat ancaman terhadap lahan produktif masyarakat, lingkungan, hingga sumber penghidupan warga.
Kondisi ini sekaligus memunculkan pertanyaan penting: sejauh mana upaya pencegahan Karhutla benar-benar berjalan di tingkat masyarakat, khususnya di wilayah yang berulang kali mengalami kebakaran?
Pemkab Buol menilai pencegahan tidak dapat hanya mengandalkan petugas ketika api sudah membesar. Kesadaran masyarakat menjadi garis pertahanan pertama untuk mencegah kebakaran meluas.
Bupati Buol H..Risharyudi Triwibowo Timumun, MM meminta seluruh pihak, termasuk Aparatur Sipil Negara (ASN), ikut mengambil peran dalam memberikan edukasi kepada masyarakat.
Warga diingatkan untuk tidak membuka maupun membersihkan lahan dengan cara membakar.
Hal sederhana seperti membuang puntung rokok sembarangan juga dinilai dapat menjadi pemicu kebakaran di tengah kondisi lahan yang kering.
Pemkab Ingatkan: Jangan Tunggu Api Membesar
Dengan luas lahan terdampak yang sudah mencapai ribuan hektare, kewaspadaan dinilai tidak boleh bersifat seremonial.
Pemkab Buol mengimbau masyarakat memperketat pengawasan lingkungan, terutama di kawasan perkebunan dan lahan yang mudah terbakar selama musim kemarau.
Sebab, ketika api mulai menjalar, persoalannya bukan lagi siapa yang menyalakan api, tetapi seberapa cepat api dapat dikendalikan sebelum kembali melahap lahan masyarakat dan kawasan hutan.
Kini, dengan 2.048 hektare terdampak, Karhutla Buol menjadi peringatan keras bahwa pencegahan harus dimulai sebelum asap kembali mengepul dan api semakin sulit dikendalikan.(mbn.ril)


