Buol, MEDIABUSERNEWS.com, – Pemerintah Kabupaten Buol melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) mulai menguji kembali efektivitas program pelatihan kerja Mobile Training Unit (MTU). Evaluasi Batch I sekaligus persiapan Batch II menjadi momentum untuk memastikan pelatihan tidak berhenti sebatas sertifikat, tetapi benar-benar berujung pada keterampilan yang mampu menghasilkan pendapatan.
Rapat evaluasi yang digelar Sabtu, 3/10/2026 tersebut dihadiri Plt. Sekretaris Disnakertrans, Plt. Kepala UPTD bersama jajaran staf BLK Buol Hebat serta utusan khusus bidang ketenagakerjaan dan transmigrasi.
Program MTU tersebut merupakan hasil kerja sama Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Makassar dengan BLK Buol Hebat.
Dalam evaluasi tersebut, pemerintah daerah membahas pelaksanaan Batch I sekaligus mematangkan pelatihan Batch II dengan dua bidang yang dinilai memiliki peluang untuk dikembangkan masyarakat, yakni digital marketing serta mebel/pertukangan.
Namun, di balik program pelatihan tersebut, terdapat persoalan yang tidak kalah penting: apa yang terjadi setelah peserta dinyatakan selesai mengikuti pelatihan?
Sebab, keterampilan tanpa dukungan lanjutan berpotensi hanya menjadi kemampuan yang tersimpan di atas kertas.
Peserta membutuhkan ruang untuk mengembangkan keahlian, baik melalui akses pekerjaan maupun dukungan untuk membangun usaha secara mandiri.
Sejumlah harapan peserta pun mengarah pada perlunya intervensi pemerintah daerah pasca pelatihan, terutama berupa bantuan peralatan kerja maupun dukungan modal usaha. Dengan dukungan tersebut, keterampilan yang diperoleh tidak berhenti sebagai pengalaman pelatihan, tetapi dapat berkembang menjadi kegiatan ekonomi produktif.
Pelatihan digital marketing, misalnya, dapat membuka ruang bagi generasi muda dan pelaku usaha untuk memperluas pemasaran produk melalui platform digital. Sementara keterampilan mebel dan pertukangan dapat diarahkan menjadi usaha jasa maupun produksi perabot yang memiliki nilai ekonomi.
Karena itu, evaluasi Batch I seharusnya tidak hanya mengukur berapa banyak peserta yang mengikuti pelatihan, tetapi juga seberapa banyak lulusan yang mampu bekerja, berusaha dan menghasilkan pendapatan setelah pelatihan berakhir.
Program MTU Batch II kini disiapkan dengan harapan mampu menjawab tantangan tersebut.
Publik tentu menunggu pembuktian: apakah pelatihan kerja di Kabupaten Buol benar-benar mampu mencetak tenaga kerja terampil dan wirausaha baru, atau kembali berhenti pada seremoni, pelatihan dan sertifikat?
Jawabannya akan terlihat dari hasil nyata para peserta setelah mereka kembali ke tengah masyarakat.(mbn.ril)


