
Buol, MEDIABUSERNEWS.com, β Pemerintah Kabupaten Buol mulai melakukan langkah besar dalam penyusunan APBD Perubahan Tahun Anggaran 2026. Di tengah kebijakan efisiensi anggaran yang diterapkan pemerintah pusat, Bupati Buol H. Risharyudi Triwibowo Timumun, MM menegaskan bahwa seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) wajib melakukan evaluasi menyeluruh terhadap setiap pos belanja agar anggaran benar-benar diarahkan pada kebutuhan prioritas masyarakat.
Penegasan tersebut disampaikan Bupati saat membuka kegiatan Penyusunan Anggaran Perubahan Kabupaten Buol Tahun 2026 yang digelar di Lantai 2 Kantor PPKAD, Kamis,20/8/2026. Kegiatan ini dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Buol, para Kepala OPD, para Camat, serta seluruh Kepala Subbagian Perencanaan se-Kabupaten Buol.

Dalam arahannya, Bupati Buol menekankan bahwa efisiensi anggaran bukan sekadar memangkas nominal belanja, melainkan melakukan reallokasi terhadap program yang dinilai kurang substansial agar anggaran menghasilkan manfaat nyata bagi masyarakat.
Menurutnya efisiensi bukan sekadar memotong angka, melainkan reallokasi dan efektivitas penggunaan anggaran agar tepat sasaran serta memberikan dampak atau outcome yang nyata bagi masyarakat dan OPD masing-masing, tegas Bupati.
Dikatakanya, kebijakan tersebut merupakan respons atas efisiensi anggaran yang diberlakukan pemerintah pusat, yang berdampak pada pemotongan anggaran di berbagai kementerian, lembaga, hingga pemerintah daerah di seluruh Indonesia, termasuk Kabupaten Buol.
Dalam pemaparannya, Bupati mengungkapkan bahwa kondisi fiskal daerah masih menghadapi berbagai tantangan. Di tingkat desa, kemampuan keuangan masih bergantung pada Dana Desa yang bersumber dari APBN serta Alokasi Dana Desa (ADD/Siltap) yang berasal dari Dana Bagi Hasil (DBH) dan Dana Alokasi Umum (DAU).
Meski demikian, Kabupaten Buol memperoleh angin segar setelah menjadi salah satu dari lima daerah di Sulawesi Tengah yang menerima alokasi Dana Bagi Hasil (DBH) Kurang Salur sebesar Rp47 miliar. Dana tersebut dimanfaatkan untuk menyelesaikan pembayaran penghasilan tetap (Siltap) aparatur desa yang sebelumnya tertunda selama empat bulan, tuturnya.
Di sisi lain, pemerintah daerah Kabupatèn Buol, masih dihadapkan pada sejumlah kebutuhan mendesak yang harus segera dibiayai dalam sisa empat bulan tahun anggaran berjalan. Kebutuhan tersebut meliputi pembangunan jalan, rehabilitasi ruang kelas sekolah, pembangunan jembatan penghubung, pembiayaan POPDA sebesar Rp1,5 miliar, hingga persiapan menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) di Morowali, terangnya.
Dikatakanya hasil evaluasi internal pemerintah daerah juga menemukan sejumlah pos belanja yang dinilai tidak lagi menjadi prioritas. Di antaranya adalah belanja non-substansial, pengadaan barang yang berulang, hingga porsi belanja pimpinan daerah yang dianggap terlalu besar.
Sebagai bentuk komitmen terhadap efisiensi, Bupati mengaku memulai langkah tersebut dari dirinya sendiri dengan mencoret seluruh anggaran belanja pakaian kepala daerah yang dinilai tidak mendesak.
“Saya minta contoh dari diri saya sendiri. Anggaran belanja pakaian Bupati yang nilainya bombastis saya minta ditarik dan dikeluarkan semua. Kalau pimpinan daerah sudah memberikan contoh, mari kita semua berlaku jujur dan bijak untuk daerah, ujarnya.
Mengakhiri arahannya, Bupati Buol itu menginstruksikan Sekretaris Daerah selaku Ketua Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) bersama seluruh jajaran untuk melakukan exercise ulang serta desk review terhadap seluruh anggaran OPD.
Pihaknya juga mengimbau seluruh pimpinan OPD dan Kasubag Program agar mengikhlaskan pencoretan anggaran yang tidak substansial demi memastikan kebutuhan prioritas masyarakat dapat terpenuhi dan persoalan pembiayaan daerah dapat diselesaikan secara bersama-sama.
Langkah ini menjadi sinyal bahwa APBD Perubahan 2026 tidak hanya berorientasi pada penghematan, tetapi juga pada penataan ulang anggaran agar lebih efektif, transparan, dan berdampak langsung bagi kepentingan masyarakat Kabupaten Buol dalam rangka pembangunan pro rakyat yang berkelanjutan, pungkasnya.(mbn.ril)


