
Buol, mediabusernews.com, β Kepala SDN 1 Bokat, Kecamatan Bokat, Kabupaten Buol Sulteng memberikan klarifikasi terkait pemberitaan yang menyebut dirinya enggan memberikan keterangan kepada media mengenai dugaan kasus siswa yang mengalami pusing dan mual setelah mengonsumsi Makan Bergizi Gratis (MBG).
Kepala SDN 1 Bokat menegaskan bahwa dirinya bukan menolak atau enggan memberikan keterangan, melainkan saat itu lebih memprioritaskan dan mengutamakan kondisi dan keselamatan para peserta didiknya yang diduga terdampak MBG agar segera mendapatkan penanganan medis, katanya.
“Alhamdulillah pak seluruh peserta didik kami yang sebelumnya mengalami pusing dan mual setelah mengonsumsi dugaan MBG kini sudah dalam kondisi sehat dan telah kembali mengikuti proses belajar mengajar dan beraktivitas seperti biasa di sekolah, ujarnya.
Pihaknya juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada tim medis serta seluruh tenaga kesehatan lainya yang telah memberikan pelayanan cepat, profesional, dan memadai kepada para siswanya sehingga kondisi mereka dapat segera pulih.
Ia mengapresiasi kerja keras tim medis yang telah menangani anak-anak kami dengan baik yg diduga dampak MBG tersebut,
Berkat pelayanan yang cepat, kondisi siswa dapat segera membaik dan kembali bersekolah, tegasnya.
Lebih lanjut, Kepala SDN 1 Bokat itu menyampaikan permohonan maaf apabila muncul kesalahpahaman akibat penyebutan dirinya seolah-olah enggan memberikan keterangan kepada media.
“Saya meminta maaf apabila ada kalimat yang menimbulkan kesan bahwa saya enggan memberikan keterangan.
Hal tersebut bukan bermaksud demikian, tegasnya melalui telefon selulernya jumat, 24/7/2026.
Pada prinsipnya kami tetap terbuka dan siap memberikan informasi sesuai fakta yang ada, katanya.
Meski demikian, pihak sekolah menegaskan tidak menutup-nutupi adanya dugaan insiden tersebut.
Menurutnya, memang sempat ada sejumlah 11 orang siswanya yang mengeluhkan pusing dan mual setelah dugaan mengonsumsi MBG, namun penanganan telah dilakukan dan hingga saat ini seluruh siswa dalam keadaan sehat.
Pihak sekolah berharap proses evaluasi terhadap pelaksanaan Program MBG melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG)
tetap dilakukan secara objektif oleh instansi terkait, sehingga program yang bertujuan meningkatkan gizi anak tersebut dapat terus berjalan dengan mengutamakan aspek keamanan pangan, kesehatan, dan keselamatan peserta didik, pungkasnya.(mbn.rul)


