
Buol , mediabusernews com, β Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Buol kembali menjadi sorotan publik setelah 15 siswa SD Negeri 1 Bokat dan SD Negeri 2 Bokat, Kecamatan Bokat, dilaporkan mengalami gejala yang diduga berkaitan dengan makanan yang dikonsumsi dari program tersebut, kasus itu mencuat rabu,29/7/2026.
Peristiwa ini memunculkan kembali kekhawatiran masyarakat karena dugaan kasus serupa sebelumnya juga pernah terjadi di wilayah Kecamatan Bokat. Kondisi tersebut memicu desakan agar dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), sekaligus memperkuat pengawasan oleh instansi terkait.

Sejumlah kalangan menilai pengawasan keamanan pangan tidak boleh bersifat reaktif. BPOM, Dinas Kesehatan, serta instansi teknis lainnya didorong lebih proaktif melakukan inspeksi, pengawasan, dan pengujian kualitas makanan secara berkala, bukan hanya turun tangan setelah muncul dugaan korban.
Menurut sumber media ini yang enggan dipublis menyebutkan, pola penanganan yang hanya bergerak ketika kasus mencuat justru memunculkan berbagai spekulasi di tengah masyarakat.
Ironisnya, kata sumber itu di tengah perhatian publik yang semakin besar, terdapat kepala sekolah yang memilih enggan memberikan keterangan kepada media karena mengaku merasa takut.
Sikap tersebut dinilai dapat menghambat keterbukaan informasi kepada masyarakat, padahal dalam persoalan yang menyangkut keselamatan peserta didik, transparansi menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan publik.
Masyarakat berharap pengelolaan SPPG dilakukan secara profesional, akuntabel, dan transparan. Program MBG yang bertujuan meningkatkan kualitas gizi anak jangan sampai justru menimbulkan kekhawatiran akibat lemahnya pengawasan terhadap keamanan pangan.
Menurut sumber itu juga mengingatkan agar orientasi keuntungan tidak mengesampingkan standar kesehatan dan keselamatan para siswa.
Merespons kejadian tersebut, Wakil Bupati Buol Dr. Moh. Nasir Dj. Daimaroto, SH,MH didampingi Asisten II Setda Buol, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Buol, Camat Bokat, serta unsur Kepolisian melakukan monitoring dan observasi terhadap para siswa yang mengalami gejala.
Berdasarkan data pemerintah daerah melalui Diskominfo Buol sebanyak 15 siswa mengalami keluhan berupa sakit perut, mual, pusing, dan sakit kepala. Rinciannya, 11 siswa berasal dari SDN Negeri 1 Bokat, Desa Tang. Bahkan menurut kepala SDN 2 Bokat, Rahman ada 4 siswanya juga mengalami hal serupa namun sudah membaik dan kembali masuk sekolah.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Buol, Gamar menyampaikan seluruh siswa telah mendapat penanganan medis dari tenaga kesehatan Puskesmas Bokat, termasuk pemberian obat sesuai indikasi. Hasil observasi menunjukkan kondisi para siswa berangsur membaik.
Hingga pukul 15.30 WITA kemarin, tidak dilaporkan adanya penambahan kasus baru.
Seluruh siswa yang sebelumnya mengalami gejala telah diperbolehkan pulang setelah kondisi mereka dinyatakan membaik, tandasnya.
Pemerintah Kabupaten Buol melalui Wakil Bupati Nasir, menyatakan akan terus berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait untuk melakukan pemantauan lanjutan serta evaluasi terhadap pelaksanaan Program MBG sebagai upaya memastikan keamanan pangan dan kualitas layanan pemenuhan gizi bagi peserta didik.(mbn.ril)


