Buol, mediabusernews.com, – Desa Lomuli, Kecamatan Tiloan, dan Kelurahan Kumaligon, Kecamatan Biau, mewakili Kabupaten Buol dalam Penilaian Evaluasi Perkembangan Desa dan Kelurahan Tingkat Provinsi Sulawesi Tengah Tahun 2026. Tim Penilai Provinsi Sulawesi Tengah melakukan verifikasi lapangan di kedua wilayah tersebut pada rabu, 10/6/ sebagai bagian dari tahapan evaluasi berjenjang yang bertujuan mengukur capaian pembangunan dan tata kelola pemerintahan desa serta kelurahan.

Kegiatan tersebut dihadiri Asisten Administrasi Umum Setda Kabupaten Buol Wahyu Setyabudi, SH., MH. mewakili Bupati Buol, Ketua Tim Penilai Provinsi Sulawesi Tengah Emy, S.Sos., M.M., Ketua TP-PKK Kabupaten Buol Shinta Andriani Ningsih, Kepala Dinas PMD Kabupaten Buol Arfandi A. Wehantow, S.IP., M.Si., Kadis Kominfo Dra. Ikhlasiani, MP, unsur pemerintah kecamatan, perangkat desa dan kelurahan, tokoh masyarakat, serta kader PKK.
Penilaian ini mencakup berbagai aspek, mulai dari penyelenggaraan pemerintahan, pelaksanaan pembangunan, pembinaan kemasyarakatan, pemberdayaan masyarakat, hingga inovasi pelayanan publik. Tim penilai melakukan verifikasi dan klarifikasi terhadap data yang telah diinput dalam sistem untuk memastikan kesesuaiannya dengan kondisi nyata di lapangan.

Dalam pemaparannya, Kepala Desa Lomuli Ulfa, S.Sos. menjelaskan berbagai potensi dan capaian pembangunan desa. Dengan luas wilayah 40,28 kilometer persegi dan jumlah penduduk 966 jiwa, Desa Lomuli terus mengembangkan sektor pertanian, perkebunan, dan peternakan sebagai penopang utama perekonomian masyarakat. Pengelolaan penyulingan nilam melalui BUMDes menjadi salah satu inovasi unggulan yang mampu meningkatkan nilai tambah hasil pertanian warga, ucapnya.
Sementara itu, Lurah Kumaligon ,Masdanto, S.IP menuturkan wilayahnya yang berpenduduk 1.877 jiwa dan 516 kepala keluarga berkomitmen dalam mewujudkan pelayanan pemerintahan yang prima dan profesional. Berbagai program pelayanan publik terus diperkuat guna mendukung terciptanya masyarakat yang sehat, sejahtera, harmonis, aman, dan berbudaya, ujarnya.
Ketua Tim Penilai Provinsi Sulawesi Tengah Emy, S.Sos., M.M. menegaskan bahwa evaluasi perkembangan desa dan kelurahan saat ini berbasis data dan teknologi informasi. Oleh karena itu, proses verifikasi lapangan menjadi bagian penting untuk memastikan validitas data sekaligus melihat secara langsung implementasi program pembangunan di tingkat desa dan kelurahan, tegasnya.
Mewakili Ketua TP-PKK Provinsi Sulawesi Tengah, Dra. Hasiati Ponulele, SKM., M.Kes., menyampaikan bahwa tema evaluasi tahun ini, โTransformasi Desa dan Kelurahan sebagai Pilar Ketahanan Nasional Menuju Indonesia Emas 2045โ,
Sembari menegaskan pentingnya peran desa dan kelurahan sebagai fondasi pembangunan daerah dan nasional.
Dalam sambutan tertulisnya Bupati Buol, melalui, Asisten Administrasi Umum Setda Buol, Wahyu Setyabudi, mengatakan Pemerintah Kabupaten Buol mengapresiasi atas pelaksanaan evaluasi tersebut. Kegiatan ini dinilai menjadi momentum penting untuk mendorong desa dan kelurahan terus berinovasi, mengembangkan digitalisasi pelayanan, serta meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat, tegasnya.
Pemerintah Kabupaten Buol berharap Desa Lomuli dan Kelurahan Kumaligon dapat memberikan hasil terbaik dalam penilaian tingkat provinsi serta menjadi inspirasi bagi desa dan kelurahan lainnya dalam mengembangkan pelayanan publik, pemberdayaan masyarakat, dan kemandirian wilayah.(mbn.ril)


