
Buol, Media Buser News com, – Wakil Bupati Buol Dr.Moh.Nasir DJ.Daimaroto, SH,MH berang terkait isu suap yang menerpa Dinas Pendidikan dan Kebudayaan( Dikbud) Kabupatèn Buol, Sulteng. Pasalnya Organisasi Perangkat Daerah(OPD) yang menjadi garda terdepan dalam mencerdaskan bangsa, diterpa isu- isu yang tidak terpuji yang di lakukan oleh oknum pejabat Dikbud yang ada, ucapnya dengan nada kecewa saat memberikan apel perdana di halaman kantor Dikbud Buol selasa,25/2/025.
Namun dugaan suap tersebut sulit di buktikan secara hukum, namun prakteknya ada dan telah menjadi perbincangan di kalangan guru dan tenaga kependidikan di Kabupatèn Buol, olehnya pihaknya meminta agar praktek – praktek seperti ini segra di hentikan karena memalukan institusi, sebab bila terbukti secara sah dan meyakinkan pihaknya tidak segan – segan menindak oknum pejabat tersebut yang memakan uang haram, tegasnya.

Salah seorang guru asal Kecamatan Lakea Kabupatèn Buol sangat mengapresiasi kinerja pemerintahan Bowo – Nasir yang baru beberapa hari resmi di Lantik sebagai Bupati dan wakil bupati Buol, secara tegas melarang praktek yang telah merusak dunia pendidikan di Daerah ini, besar harapan para guru agar praktek ini segra di hentikan dan di bongkar agar pelakunya cepat insaf dan sadar serta mempertanggung jawabkanya secara hukum, ujar sumber resmi media ini yang enggan di sebutkan

Menurut sumber dugaan praktek sudah lama terjadi dengan modus operandi yang di mainkanya dengan iming – iming bila ada tenaga guru atau tenaga edukatif yang menginginkan jabatan Kepala Sekolah(Kepsek) maupun mutasi di lingkup Dikbud Buol harus menyetor uang dengan jumlah yang fantastik kepada oknum Kabid di Dikbud Buol tersebut, ungkapnya.
Lanjut sumber itu pihaknya sulit mendapatkan bukti – bukti karena pelaku sangat profesional dan licik, namun praktek ini bukan rahasia umum di kalangan para guru – guru yang ada di bumi Pogogul hal ini sudah terang – terangan mereka lakukan, sumber itu meminta kepada Bupati dan wakil bupati buol bila ingin membersihkan praktek ini agar pelaku yang terindikasi tersebut tidak di berikan ruang atau jabatan di lingkup Dikbud Buol, sebab dikwatirkan akan merusak citra pemerintahan saat ini imbuhnya.(MBN.ril)










