Buolβ Sulteng, – Harapan besar masyarakat Kabupaten Buol terhadap kontingen yang akan berlaga pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) X Sulawesi Tengah 2026 di Kabupaten Morowali kini dibarengi tuntutan serius: jangan sekadar menghabiskan anggaran daerah, tetapi harus mampu membawa pulang prestasi dan mengharumkan nama Kabupaten Buol di tingkat provinsi, ujar Abd Hamid kepada media ini minggu,8/11/2026
Pihaknya berharap sejumlah cabang olahraga (cabor) yang dipertandingkan dapat dimaksimalkan untuk merebut medali. Sebab, persiapan menghadapi ajang olahraga tingkat provinsi tersebut tentu membutuhkan dukungan anggaran yang tidak sedikit, bahkan menyedot dana daerah hingga miliaran rupiah.
Namun, besarnya anggaran yang dikucurkan harus sebanding dengan hasil yang dicapai. Jangan sampai anggaran besar hanya berujung pada laporan keikutsertaan, sementara prestasi atlet justru jauh dari harapan masyarakat, tegasnya.
Menurutnya pengalaman pahit penyelenggaraan Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) yang berlangsung di Kabupaten Buol beberapa bulan lalu semestinya menjadi bahan evaluasi serius. Sebagai tuan rumah, hasil yang mengecewakan karena tidak berhasil meraih medali menjadi catatan yang sulit diabaikan.
Dikatakan Hamid Kondisi tersebut jangan sampai kembali terulang pada pelaksanaan Porprov X Sulteng 2026 di Morowali apalagi, kali ini Buol tidak hanya membawa nama daerah, tetapi juga mempertaruhkan kepercayaan publik terhadap kinerja pembinaan olahraga, KONI, pengurus cabor, serta pihak-pihak yang terlibat dalam persiapan kontingen.
Pertanyaan publik pun mulai mengarah pada efektivitas penggunaan anggaran, kualitas pembinaan atlet, kesiapan pelatih, hingga transparansi target perolehan medali.
Jangan hanya mengejar keberangkatan, tetapi pastikan ada hasil yang diperjuangkan. KONI Buol bersama seluruh pengurus cabor dituntut membuktikan bahwa setiap rupiah anggaran daerah benar-benar diarahkan untuk kepentingan atlet dan peningkatan prestasi.
Kini masyarakat menunggu pembuktian. Porprov bukan sekadar seremoni olahraga atau ajang mengirim kontingen, melainkan momentum menunjukkan bahwa Kabupaten Buol mampu bersaing dan berdiri sejajar dengan daerah lain di Sulawesi Tengah.
Jangan sampai miliaran rupiah uang rakyat habis, sementara medali dan kebanggaan daerah hanya menjadi harapan. Buol membutuhkan prestasi, bukan sekadar partisipasi!(mbn.001)


