
Buol, MEDIABUSERNEWS.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buol menggelar Sholat Istisqa sebagai ikhtiar memohon ampun kepada Allah SWT sekaligus meminta agar diturunkan hujan di tengah musim kemarau yang menyebabkan sejumlah wilayah di Kabupaten Buol mengalami kekeringan dalam beberapa waktu terakhir.
Pelaksanaan Sholat Istisqa berlangsung dengan khidmat dan khusuk bertempat di halaman kantor Bupati Buol Jumat, 4/9/2026.
Diikuti oleh Wakil Bupati Buol, Moh. Nasir Dj. Daimoroto, SH, MH, unsur Forkopimda, Aparatur Sipil Negara (ASN), tokoh agama, serta masyarakat. Kegiatan ini menjadi bentuk ikhtiar spiritual di samping berbagai upaya dalam menghadapi dampak musim kemarau.

Bertindak sebagai khotib dalam pelaksanaan Sholat Istisqa Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Buol. H. Taufik Abd Aziz, S.Ag. Dalam khutbahnya, ia mengajak seluruh jamaah untuk memperbanyak istighfar, memperbaiki hubungan dengan Allah SWT, meningkatkan kepedulian terhadap sesama, serta menjaga kelestarian lingkungan sebagai bagian dari bentuk rasa syukur atas nikmat yang telah diberikan
Pihaknya juga mengingatkan bahwa musibah maupun ujian yang datang hendaknya dijadikan momentum untuk melakukan introspeksi diri, memperkuat keimanan, dan terus berdoa agar Allah SWT segera menurunkan hujan yang membawa keberkahan bagi seluruh masyarakat.
Allah SWT berfirman melalui perkataan Nabi Nuh AS kepada kaumnya:
فَقُلْتُ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ إِنَّهُ كَانَ غَفَّارًا يُرْسِلِ السَّمَاءَ عَلَيْكُمْ مِدْرَارًا
“Maka aku berkata kepada mereka: Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sungguh Dia Maha Pengampun. Niscaya Dia akan menurunkan hujan yang lebat dari langit kepadamu.”
(QS. Nuh: 10–11)
Menurut Taufik, Allah SWT menghubungkan istighfar dengan turunnya hujan.
Maka marilah kita memperbanyak istighfar.
أَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ
Mari kita akui kesalahan kita.
Mungkin ada dosa yang kita lakukan secara sembunyi-sembunyi.
Mungkin ada hak orang lain yang belum kita tunaikan.
Mungkin ada lisan yang pernah menyakiti saudara kita, ujar dengan penuh optimis

Sembari menambahkan, mungkin ada tangan yang pernah mengambil sesuatu yang bukan hak kita.
Mungkin ada amanah yang kita abaikan.
Mungkin ada kewajiban kepada Allah yang kita tinggalkan.
Maka hari ini adalah waktu untuk kembali.
Jangan menunggu Allah mengambil nikmat yang lain baru kita sadar untuk bersyukur.
Kekeringan juga mengajarkan kepada kita tentang satu hal penting: jangan pernah merasa memiliki sesuatu secara mutlak.
Tanah yang kita miliki adalah titipan.
Air yang kita gunakan adalah titipan.
Harta yang kita kumpulkan adalah titipan.
Jabatan adalah titipan.
Kekuasaan adalah titipan, tandasnya.
Sebagai imam dalam pelaksanaan sholat sunnah tersebut adalah Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Buol, Moh. Yamin Rahim, SH., MH.
Sementara itu Sekretaris Pimpinan Daerah (PD) Muhammadiyah Kabupaten Buol, Abdullah AS. Mangge, S.Ag., M.Si, apresiasi atas pelaksanaan Sholat Istisqa yang digelar sebagai bentuk ikhtiar bersama umat Islam dalam memohon turunnya rahmat Allah SWT.
Menurut Abdulah yang juga sekretaris Diskominfo itu , Sholat Istisqa bukan sekadar ritual keagamaan, tetapi juga wujud penghambaan dan pengakuan bahwa hanya Allah SWT yang memiliki kuasa menurunkan hujan, terangnya.
Abdulah Mangge sang dai kondang Buol itu, menuturkan melalui doa dan munajat yang dipanjatkan secara bersama-sama, berharap Allah SWT dapat mencurahkan rahmat-Nya berupa hujan yang membawa keberkahan bagi masyarakat, mengatasi kekeringan, serta menjaga kelestarian alam dan keberlangsungan kehidupan, pungkasnya.(mbn.001)


