
Buol, MEDIABUSERNEWS.com, β Di balik rutinitas birokrasi yang kerap dipandang biasa, tersimpan kisah seorang aparatur sipil negara yang menjadikan pekerjaannya sebagai panggilan pengabdian. Dialah Suparno Rahim, S.Sos., M.Si, ASN yang bertugas di Bagian Organisasi dan Tata Laksana (Ortal) Setda Kabupaten Buol.
Lahir di Kota Cengkeh, Tolitoli, 48 tahun silam, dan mempersunting gadis asal desa Mangubi Buol Sulteng serta dikaruniai 2 orang anak itu, Suparno dikenal sebagai pribadi yang ulet, tekun bekerja, profesional, dan berintegritas. Baginya, status sebagai ASN bukan sekadar profesi, melainkan amanah untuk mengabdi kepada bangsa dan negara.
Dalam setiap langkah pengabdiannya, ia memegang teguh satu prinsip yang tak pernah berubah: ASN bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani masyarakat. Prinsip itu menjadi kompas dalam menjalankan setiap tugas, tanpa membedakan siapa yang membutuhkan pelayanan.
Di balik kesibukannya, pria yang memiliki hobi silat ini percaya bahwa keberhasilan tidak hanya lahir dari kerja keras, tetapi juga dari rasa syukur dan kedekatan kepada Allah SWT. Menurutnya, setiap tugas harus diawali dengan niat yang baik agar menjadi pekerjaan yang penuh keberkahan.
Menurut Suparno, setiap pekerjaan wajib disyukuri. Dekatlah kepada Sang Khalik, karena hanya dengan pertolongan-Nya setiap amanah dapat diselesaikan dengan baik,” menjadi nilai yang selalu dipegangnya, ujarnya kepada media ini beberapa hari yang lalu.
Lebih jauh, Suparno yang murah senyum dan law profil itu, menegaskan bahwa tugas seorang ASN harus dituntaskan bukan demi pujian atasan, melainkan sebagai tanggung jawab moral kepada bangsa dan negara.
Baginya, integritas diukur dari kesungguhan menyelesaikan amanah, bukan dari penghargaan yang diterima.
Di penghujung perbincangan, dirinya menyampaikan pesan yang menggugah semangat pengabdian:
“Jangan bertanya apa yang telah diberikan negeri kepada kita, tetapi bertanyalah apa yang telah kita berikan kepada negeri.”
Sebuah kalimat sederhana, namun sarat makna.
Sebab bagi Suparno Rahim, pengabdian sejati adalah ketika bekerja dengan hati, melayani dengan tulus, dan meninggalkan jejak manfaat bagi masyarakat, pungkasnya.(mbn.ril


