Lebih 100 Titik Api Terdeteksi di Buol, Baru 29 Dipadamkan: Medan Sulit dan Keterbatasan Peralatan Jadi Sorotan

BUOL, MEDIABUSERNEWS.COM β€” Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Buol memasuki situasi yang perlu mendapat perhatian serius. Lebih dari 100 titik api terdeteksi di sejumlah wilayah, namun hingga Kamis, 17/9/2026, baru 29 titik yang dilaporkan berhasil dipadamkan oleh tim gabungan.

Data tersebut diungkapkan Bupati Buol, H. Risharyudi Triwibowo Timumun, MM saat memimpin Apel gabungan Kesiapsiagaan dan Simulasi Penanggulangan Karhutla di Lapangan Desa Pomayagon, Kecamatan Momunu.

Angka tersebut menyisakan pertanyaan penting: sejauh mana kesiapan personel, peralatan, sumber air, serta strategi penanganan di lapangan mampu mengejar laju penyebaran titik api?

Bupati Buol, menegaskan, penanganan karhutla tidak boleh berhenti pada kegiatan apel, simulasi, maupun agenda seremonial. Menurutnya, kondisi di lapangan membutuhkan tindakan nyata.

Kita tidak bisa hanya jadi penonton. Jangan hanya menonton api menyala. Kita harus bertindak menjadi pemadam, ujarnya saat pemimpin apel kesiapsiagaan tersebut.

Lebih dari 70 Titik Belum Tertangani
Jika mengacu pada data yang disampaikan dalam kegiatan tersebut, dari lebih 100 titik api yang terdeteksi, baru 29 titik yang berhasil dipadamkan. Artinya, masih terdapat puluhan titik yang membutuhkan penanganan dan pemantauan lebih lanjut.

Kondisi ini menempatkan pemerintah daerah, aparat keamanan, pemerintah desa, serta masyarakat pada posisi penting dalam mencegah api meluas, terutama ke kawasan permukiman dan lahan pertanian.

Persoalan karhutla juga tidak semata-mata berkaitan dengan keberadaan personel. Medan yang sulit dijangkau, keterbatasan peralatan, ketersediaan air, serta akses menuju lokasi titik api menjadi faktor yang perlu diurai secara terbuka.

Bukan Sekadar Persoalan Api
Besarnya jumlah titik api membuat penanganan karhutla di Buol tidak cukup hanya mengandalkan respons setelah kebakaran terjadi. Sistem deteksi dini, patroli, pelaporan masyarakat, hingga kesiapan logistik di wilayah rawan menjadi bagian yang tidak terpisahkan.

Pemerintah daerah didorong untuk memperkuat pembaruan data titik api secara berkala. Data tersebut penting untuk mengetahui titik mana yang sudah dipadamkan, titik mana yang masih aktif, serta wilayah mana yang berpotensi mengalami perluasan kebakaran.

Di tingkat desa, penguatan tim tanggap darurat juga menjadi kebutuhan. Desa yang berada di kawasan rawan diharapkan memiliki kemampuan melakukan patroli, mendeteksi kemunculan asap sejak dini, dan segera melaporkannya kepada tim penanganan.

Persoalan berikutnya adalah kesiapan logistik. Armada pemadam, sumber air, peralatan pemadaman, hingga akses menuju lokasi harus dipastikan tersedia ketika dibutuhkan.
Dengan masih adanya puluhan titik api yang belum tertangani, evaluasi terhadap kemampuan operasional di lapangan menjadi penting.

Apakah jumlah personel sudah sebanding dengan luas wilayah yang harus ditangani? Apakah peralatan dan sumber air tersedia di lokasi yang tepat? Dan bagaimana mekanisme respons ketika titik api berada di kawasan yang sulit dijangkau?

Pertanyaan-pertanyaan tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan penanganan karhutla tidak berhenti pada laporan jumlah titik api, tetapi berlanjut pada tindakan konkret dan terukur.

Bupati Buol meminta seluruh unsur terkait untuk bergerak bersama. Pemerintah daerah, aparat keamanan, pemerintah desa dan masyarakat diharapkan tidak berjalan sendiri-sendiri dalam menghadapi ancaman karhutla.

Pemerintah Daerah Buol juga mengimbau masyarakat segera melaporkan apabila menemukan kemunculan asap atau titik api. Deteksi dan pelaporan sejak dini dinilai penting agar kebakaran dapat ditangani sebelum berkembang menjadi lebih luas, tegasnya.

Kini, angka lebih dari 100 titik api bukan sekadar data. Angka tersebut menjadi indikator seberapa cepat sistem kesiapsiagaan dan penanganan karhutla di Buol mampu bekerja di lapangan.(mbn.ril)

  • ManWith mediabusernews

    Related Posts

    Bupati Hadiri Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 di Makassar, Tata Kelola dan Kinerja Daerah Jadi Sorotan

    MAKASSAR, MEDIABUSERNEWS.com, – Bupati Buol, H.Risharyudi Triwibowo Timumun, MM, menghadiri secara langsung kegiatan Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 Batch II Regional Sulawesi yang digelar di Hotel Claro Makassar, Jalan A.P.…

    Antrean BBM Tembus 1 Km, Pemkab Buol Didesak Bongkar Rantai Distribusi hingga Depot Pertamina Tolitoli

    Buol, MEDIABUSERNEWS.com, – Antrean kendaraan di SPBU Kota, Kelurahan Kali, Kecamatan Biau, Kabupaten Buol Sulteng, kembali mengular. Hingga Jumat, 18/9/2026 sekitar pukul 15.00 WITA, antrean kendaraan roda dua maupun roda…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    You Missed

    Lebih 100 Titik Api Terdeteksi di Buol, Baru 29 Dipadamkan: Medan Sulit dan Keterbatasan Peralatan Jadi Sorotan

    Bupati Hadiri Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 di Makassar, Tata Kelola dan Kinerja Daerah Jadi Sorotan

    Antrean BBM Tembus 1 Km, Pemkab Buol Didesak Bongkar Rantai Distribusi hingga Depot Pertamina Tolitoli

    Sentuh Tanahku Mudahkan Akses Informasi bagi Masyarakat, Kementerian ATR/BPN Raih Penghargaan IN-Apps Digital Award 2026

    Masyarakat Manfaatkan Waktu Akhir Pekan untuk Mengurus Keperluan Pertanahan dengan PELATARAN

    Kementerian ATR/BPN Siapkan Kerja Sama dengan Perguruan Tinggi untuk Percepat Penyusunan RDTR