
Buol, mediabusernews.com, -Refleksi kurun waktu 11 bulan setelah pelantikanya sebagai Bupati Buol oleh Presiden RI Prabowo Subianto di Istana negara 20 pebruari 2025, Bupati Buol H. Risharyudi Triwibowo, MM Bupati Buol sapaan akrabnya Bowo Timumun, Gerak Cepat(Gercep) rebut sejumlah Anggaran Pendapatan Belanja Negara(APBN) guna memperjuangkan sejumlah program pembangunan pro rakyat untuk buol hebat.
Alhamdulillah saat ini APBN yang di perjuangan tersebut di antaranya yang tampak dan terrealisasi diantaranya dalam sektor pertanian percetakan sawah baru di sejumlah Desa, pembangunan Balai Latihan Kerja(BLK), sektor pendidikan pembangunan sekolah rakyat( SR) dan rencana pembangunan gelanggang olahraga(GOR) yang telah di laksanakan peletakan batu pertamanya, selanjutnya perluasan jaringan internet 35 titik yang tersebar di sejumlah desa yang jaringanya mengalami blank spot melalui program BAKTI komdigi RI, menuju buol terang kerja sama dengan pihak PLN dan pengadaan rumah layak huni yang di peruntukan bagi warga yang kurang serta kebijakan lain yang anggaranya bersumber dari APBN maupun penataan kepegawaian berbasis manajemen talenta yang profesional.
Bahkan sering terdengar isu di masyarakat bupati buol Bowo Timumun ” Gila ” memperjuangkan anggaran pemerintah pusat demi mengejar ketinggalan kabupaten buol yang sudah otonom kurun waktu 26 tahun, ujar Syamsudin Intam salah satu tokoh pejuang terbentuknya kabupaten Buol sebagai daerah otonom kepada media ini beberapa hari yang lalu.

Di satu sisi sejumlah sektor pembangunan masih tertinggal jauh dengan kabupaten lain, olehnya anggaran pembangunan harus di kejar kalau tidak demikian kemungkinan hasilnya nihil. Tidak heran Bupati Buol itu sering keluar daerah, itu di maksudkan dalam rangka melobi sejumlah anggaran pembangunan untuk semua masyarakat KabupatΓ¨n Buol, bukan untuk bersenang – senang di Jakarta.
Kata Syamsudin sebutan “gila” Bupati buol Bowo Timumun, bukanlah bentuk kritik bernada negatif, melainkan ungkapan apresiasi atas kegigihan dan keberanian dalam memperjuangkan pembangunan yang ada di daerahnya, karena masih tertinggal di bandingkan dengan kabupaten lain yang sama – sama di mekarkan di Sulteng ini, terangnya .
KataβGila β itu justru menggambarkan sikap Bowo Timumun seorang pemimpin tanpa mengenal lelah dan pantang menyerah mengejar anggaran yang ada di pemerintah pusat guna kesejahteraan masyarakat buol secara keseluruhan, karena sikapnya yang kerap bolak-balik Jakarta untuk bertemu langsung dengan para pejabat tingkat kementerian RI.
Disamping itu tidak semua kepala daerah berani dan mau melakukan itu, Bupati Gercep itu sering kali ke kementerian RI mengetuk pintu para pejabat pusat guna menyampaikan kondisi daerahnya untuk meminta dukungan anggaran. Dalam arti positif, ini adalah bentuk perjuangan yang mumpuni demi kepentingan rakyat yang ada di bumi Pogogul.
Usaha – usaha dalam rangka melobi anggaran tersebut dinilai penting mengingat Kabupaten Buol masih membutuhkan dukungan anggaran dari pemerintah pusat, namun di satu sisi pemerintah Indonesia mengalami efisiensi anggaran. Sejumlah sektor infrastruktur, pendidikan, kesehatan, dan penguatan ekonomi masyarakat.

Keterbatasan anggaran daerah membuat peran pemerintah pusat menjadi sangat strategis dalam mendorong percepatan pembangunan. Bowo Timumun putra mendiang Idris Timumun purm,TNI AD dikenal sebagai kepala daerah yang aktif membangun komunikasi dengan kementerian dan lembaga negara lainya.
Dalam berbagai kesempatan beliau tak segan memaparkan langsung kebutuhan riil masyarakat Buol mulai dari pembangunan jalan dan jembatan, revitalisasi sekolah, peningkatan layanan kesehatan, hingga program pemberdayaan ekonomi berbasis potensi lokal.
Langkahnya yang intens ke Jakarta sering kali menjadi sorotan publik, namun sejumlah tokoh menilai hal tersebut justru menunjukkan keseriusan seorang pemimpin daerah dalam menjalankan amanah. Baginya, rasa malu tidak boleh menjadi penghalang ketika yang diperjuangkan adalah kesejahteraan.
Kalau demi rakyat, kepala daerah memang harus berani, harus siap bolak-balik, siap ditolak, bahkan siap dianggap merepotkan,yang penting daerahnya dapat perhatian dari segi anggaran.
Masyarakat Buol menilai apa yang dilakukan Bupati buol saat ini merupakan hal yang positif dalam mensejahterakan masyarakatnya, Bupati buol itut dinilai tidak diam ditempat untuk menunggu anggaran namun menjemput peluang demi kemajuan bumi Pogogul.
Sejumlah tokoh berharap pembangunan merata sebagai harapan bersama, seiring dengan komitmenya untuk membangun buol, adil sejahtera dan makmur, guna kepentingan masyarakat untuk kepemimpinan yang berkelanjutan, pungkasnya.
Yang lebih membanggakan lagi anggaran APBN yang di peruntukan pembangunan Balai Latihan Kerja(BLK) Nurul Azhar Lakea binaan seorang guru, Sugianto, S.Pd yang punya segudang pengalaman membangun dunia usaha itu, alumni BLK tersebut telah bekerja di perusahan Indonesia Morowali Industrial Park(IMIP) yang ada di Sulteng itu dan perusahaan raksasa yang ada di Kalimantan, hal ini telah menore prestasi yang gemilang dan berkelanjutan, ucapnya.(mbn.fandy)








