
Buol β Sulteng, BUSERNEWS.com, – Persiapan kontingen Kabupaten Buol menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) X Sulawesi Tengah 2026 di Kabupaten Morowali mulai memasuki fase krusial. Dengan waktu yang semakin terbatas, KONI Buol kini dihadapkan pada pekerjaan besar: memastikan anggaran Rp2 miliar terserap tepat sasaran, kesiapan 21 cabang olahraga (cabor) berjalan maksimal, serta target perolehan medali tidak sekadar menjadi ambisi di atas kertas.
Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Buol, H. Risharyudi Triwibowo,MM, yang juga menjabat sebagai Bupati Buol, memimpin langsung rapat pemantapan anggaran dan persiapan kontingen di ruang rapat Kantor Bupati Buol, jumat 6/11/2026.
Rapat tersebut dihadiri Wakil Ketua Umum Ishak Sy Latama, Sekretaris Umum Dwiyati Fahrini, Bendahara Umum Dian, Auditor Internal Sakriaty, serta sejumlah kepala bidang yang memiliki tanggung jawab dalam pengelolaan anggaran dan persiapan kontingen.
Salah satu agenda penting yang dibahas adalah pengelolaan anggaran sebesar Rp2 miliar untuk mendukung persiapan kontingen Buol menghadapi Porprov X.
Anggaran tersebut diproyeksikan memenuhi berbagai kebutuhan 21 cabang olahraga yang berpotensi menyumbangkan medali bagi Kabupaten Buol.
Namun, besarnya dukungan anggaran harus diimbangi dengan perencanaan yang terukur. Setiap kebutuhan cabor, mulai dari dukungan atlet hingga kebutuhan teknis pertandingan, dituntut mendapatkan perhatian secara proporsional dan sesuai skala prioritas.
Dalam konteks ini, transparansi dan akuntabilitas penggunaan anggaran menjadi bagian penting yang tidak boleh diabaikan. Sebab, keberhasilan kontingen bukan hanya ditentukan oleh besarnya dana yang tersedia, tetapi juga bagaimana anggaran tersebut benar-benar menjawab kebutuhan atlet di lapangan.
Bukan Sekadar Berangkat, Buol Dituntut Pulang Membawa Prestasi
Sebab, Porprov bukan sekadar agenda mengirim atlet untuk bertanding. Ajang ini merupakan panggung pembuktian hasil pembinaan olahraga daerah sekaligus kesempatan membawa nama Kabupaten Buol di tingkat Sulawesi Tengah.
Anggaran Rp2 miliar, dukungan untuk 21 cabor, dan pelaksanaan TC hingga 22 November merupakan tiga komponen penting yang kini berada dalam perhatian KONI Buol.
Publik tentu berharap seluruh perencanaan tersebut diwujudkan melalui kerja nyata, pengelolaan anggaran yang transparan, serta pemenuhan kebutuhan atlet tanpa mengabaikan prinsip akuntabilitas.
Kini, tantangan KONI Buol bukan hanya memastikan kontingen berangkat ke Morowali, tetapi bagaimana para atlet mampu tampil maksimal dan memperjuangkan medali bagi daerah.
Morowali menjadi medan pembuktian. Anggaran telah disiapkan, latihan sedang dimatangkan, lalu sejauh mana KONI Buol mampu mengubah persiapan menjadi prestasi?(mbn.001)


