
Buol, MEDIABUSERNEWS.com, – Kamis, 24 September 2026, menjadi hari penuh makna bagi Hamran Abdul Razak Timumun. Tepat di usia ke-58 tahun, lelaki yang dikenal memiliki hobi menulis itu tidak sekadar mengingat bertambahnya usia, tetapi menjadikannya sebagai momentum untuk melakukan perjalanan batin – menoleh ke belakang, mengenang orang-orang tercinta, sekaligus menata langkah menuju sisa perjalanan hidup.
Di tengah bertambahnya usia dan semakin dekatnya masa purnabakti sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN), Hamran memilih satu tekad: lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT, memperbanyak ibadah, menjaga kesehatan, mencari rezeki yang halal dan barokah, serta tetap memberi manfaat bagi keluarga dan masyarakat.
Ya Allah, panjangkan umurku dalam kesehatan, berikan rezeki yang barokah dan dekatkan aku kepada-Mu.
Menjadi doa yang mengiringi usia ke-58 tersebut.
Namun, di balik perjalanan hidup Hamran, tersimpan kisah kelahiran yang hingga kini tetap dikenangnya sebagai bukti kebesaran Allah SWT.
Hamran lahir dari pasangan Abdul Razak Timumun dan Djawiah S. Timumun di Desa Tamit, Kecamatan Bunobogu, Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah, pada 24 September 1968.
Kisah kelahirannya bahkan bukan perjalanan biasa.
Sang ibu, Djawiah, yang telah dipanggil menghadap Allah SWT sekitar 15 tahun lalu, pernah menceritakan bagaimana dirinya telah melahirkan bayi bernama Hamran di sekitar rumah pesisir pantai desa Tamit Kecamatan Bunobogu.
Namun, dalam kondisi menahan sakit, sang ibu tetap berusaha menyusuri perjalanan menuju rumah keluarga.
“Kau Mama lahirkan di rumah dekat pantai . Dengan kuasa Allah SWT, Mama berjalan di pinggir pantai Desa Tamit, menahan sakit, melewati bebatuan dan ombak. Alhamdulillah, Mama sampai di rumah nenekmu Boyarahu dan akhirnya kau lahir dengan selamat, ucap sang ibu semasa hidupnya kepada Hamran.
Kenangan itu menjadi bagian tak terpisahkan dari perjalanan hidup Hamran.
Kini, setelah 58 tahun berlalu, kedua orang tuanya telah lebih dahulu menghadap Sang Khalik.
“Al-Fatihah untuk Mama dan Papa. Semoga Allah SWT mengampuni dosa-dosa keduanya dan menempatkan mereka di tempat terbaik di sisi-Nya. Amin Ya Rabbal Alamin,” ucap Hamran dalam doa yang penuh haru itu.
1 OKTOBER 2026, MEMASUKI BABAK BARU
Perjalanan sebagai ASN juga segera memasuki babak akhir.
Berdasarkan keputusan Bupati Buol, Hamran dijadwalkan purnabakti sebagai ASN pada 1 Oktober 2026.
Namun bagi Hamran, purnabakti bukan berarti berhenti bekerja.
Justru sebaliknya, memasuki usia senja menjadi awal untuk menata kehidupan dengan cara yang lebih sederhana, lebih dekat dengan keluarga dan masyarakat, serta tetap produktif.
Hamran menyadari bahwa usia bukan alasan untuk berhenti berkarya.
Bekerja itu tidak mengenal batas usia. Yang penting pekerjaan itu halal dan barokah, ujar Hamran kepada wartawan media ini.
Pria yang dikenal gemar menulis itu pun telah menyiapkan langkah berikutnya. Dirinya ingin tetap fokus menjalankan tugas sebagai wartawan profesional, sekaligus mulai menggarap sektor pertanian dengan membuka kebun, meskipun hanya memiliki lahan sejengkal.
Baginya, besar kecilnya pekerjaan bukan ukuran utama.
Yang terpenting adalah halal, bermanfaat dan memberikan keberkahan bagi kehidupan.
DI BALIK SENYUM, ADA LUKA YANG DIPILIH UNTUK DIMAAFKAN
Dalam perjalanan hidupnya, Hamran menggambarkan dirinya sebagai lelaki yang mudah marah, tetapi juga mudah tersenyum dan mudah memaafkan orang lain, bahkan ketika dirinya pernah tersakiti.
Sikap tersebut menjadi bagian dari cara Hamran menatap kehidupan yang semakin mendekati penghujung perjalanan.
Ia tidak ingin sisa usia dihabiskan untuk memelihara dendam.
Baginya, kehidupan terlalu singkat untuk terus memperpanjang persoalan.
Karena itu, menjelang purnabakti, dirinya memilih menata kembali kehidupannya agar sisa usia dapat lebih banyak digunakan untuk keluarga, pekerjaan yang halal, ibadah dan kegiatan yang memberi manfaat.
DOA UNTUK MEREKA YANG TELAH MENDAHULUI
Di hari ulang tahunnya, hari ini 24 september 2o26, walau tak dirayakan, Hamran juga menyelipkan doa khusus bagi orang-orang tercinta yang telah lebih dahulu meninggalkan dunia.
“Ya Allah, Ya Rabbku, ampunilah dosa-dosa ayahanda dan bundaku, anakku Moh. Ade Chandra, adikku Mohsen dan istri tercinta Musliman M. Pantas, serta seluruh keluarga kami yang telah mendahului kami. Tempatkanlah mereka di dalam Jannah-Mu, Ya Allah.
Doa itu menjadi pengingat bahwa di balik perjalanan seorang manusia, ada nama-nama yang selalu hidup dalam ingatan.
JANGAN TANYA APA YANG KITA DAPAT, TAPI APA YANG KITA DARMA BAKTIKAN”
Hamran merupakan anak ketiga dari lima bersaudara:
Syamsiar AR. Timumun, S.Pd
Dra. Djurmiati Timumun,
Mohsen AR. Timumun, S.IP., M.Si. (Almarhum)
Ratna AR. Timumun, S.I.P.
Dari perjalanan keluarga itulah, Hamran menarik sebuah pelajaran penting tentang arti pengabdian.
“Jangan tanya apa yang kita darmabaktikan kepada kedua orang tua dan negara. Tapi tanyakan apa yang sudah kita darmabaktikan kepada kedua orang tua dan negara, ujarnya.
Sebuah kalimat yang sekaligus menjadi refleksi perjalanan hidupnya.
DUNIA HANYALAH PERSINGGAHAN
Menjelang usia 58 tahun dan purnabakti sebagai ASN, Hamran kini memandang kehidupan dengan perspektif yang berbeda.
Baginya, dunia bukanlah tempat untuk selamanya.
“Dunia hanya pelintasan roh kita. Olehnya, sebelum semuanya berakhir, perbanyak ibadah dan sedekah untuk akhirat,” pesannya.
Kini, satu babak kehidupan Hamran segera ditutup.
Namun babak berikutnya justru sedang dipersiapkan.
Menjadi wartawan profesional, menggarap kebun walau hanya sejengkal tanah, tetap bekerja selama pekerjaan itu halal, serta lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Dari seorang bayi yang dahulu lahir setelah ibunya berjalan menembus bebatuan dan ombak pantai, kini Hamran telah sampai pada usia 58 tahun.
Dan pada usia yang disebutnya sebagai “senja”, ia tidak sedang menghitung berapa lama lagi perjalanan hidup tersisa – tetapi berusaha memastikan bahwa setiap langkah yang tersisa tetap bernilai ibadah, pengabdian dan kebermanfaatan, diakhir katanya bila dilempar orang dengan batu, balaslah dengan kapas, mengutip pesan ibunda tercintanya.
Sementara itu Abdul Hamid Bahanan, sahabat karibnya mengucapkan “Selamat ulang tahun ke-58, Hamran Abdul Razak Timumun.
Semoga Allah SWT memberikan umur yang panjang dalam kebaikan, kesehatan, rezeki yang halal dan barokah, serta mengabulkan seluruh doa untuk keluarga yang telah mendahului.
Aamiin Ya Rabbal Alamin,🤲.(mbn.ril)


