
Buol, MEDIABUSERNEW.com, – Di balik agenda yang tampak administratif, pelaksanaan Entry Meeting Evaluasi Penerapan Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) Terintegrasi di Pemerintah Kabupaten Buol menyimpan tantangan besar. Evaluasi ini bukan sekadar memenuhi kewajiban birokrasi, tetapi menjadi tolok ukur sejauh mana sistem pengendalian pemerintah benar-benar berjalan efektif dalam mengawal program prioritas daerah.
Kegiatan yang berlangsung di ruang kerja Wakil Bupati Buol pada senin, 7/9/2026, memusatkan perhatian pada perangkat daerah yang menangani sektor paling strategis, yakni ketahanan pangan dan penanganan kemiskinan ekstrem. Selain itu, Inspektorat, Bappeda, dan BPKAD sebagai perangkat daerah wajib turut menjadi objek evaluasi karena memegang peran penting dalam perencanaan, pengawasan, hingga pengelolaan keuangan daerah.
Evaluasi SPIP Terintegrasi akan menguji apakah pengendalian intern selama ini telah mampu meminimalkan risiko, memastikan program berjalan sesuai sasaran, serta menjamin penggunaan anggaran dilakukan secara efektif dan akuntabel. Hasil evaluasi juga akan memperlihatkan sejauh mana koordinasi antarperangkat daerah mampu mendukung pencapaian target pembangunan.
Pemerintah Kabupaten Buol menargetkan capaian maturitas SPIP pada Level 3 Penuh atau “Terdefinisi”. Level ini menunjukkan bahwa proses pengendalian telah terdokumentasi, diterapkan secara konsisten, dan menjadi bagian dari tata kelola pemerintahan.
Namun, capaian tersebut pada akhirnya akan dinilai berdasarkan hasil evaluasi dan implementasi nyata di lapangan.
Entry meeting menjadi pintu awal proses evaluasi. Tahapan berikutnya akan menentukan apakah sistem pengendalian intern di Kabupaten Buol benar-benar telah mampu menjawab tantangan pengelolaan pemerintahan yang transparan, akuntabel, dan berorientasi pada hasil, khususnya dalam isu strategis ketahanan pangan dan pengentasan kemiskinan ekstrem.(mbn.ril)


