
Buol, mediabusernews.com Wakil Bupati(Wabup) Buol, Dr. Moh. Nasir Dj. Daimaroto,SH,MH secara resmi membuka kegiatan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Tingkat Kecamatan Bokat selasa, 3/3/2026, bertempat di BPU Kantor Camat Bokat. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Buol Tahun 2027.
Wabup Nasir menekankan bahwa kondisi fiskal saat ini menuntut kedisiplinan dan kebijakan dalam pengelolaan anggaran. Efisiensi harus diarahkan untuk menopang program prioritas nasional seperti Makan Bergizi Gratis, penguatan koperasi, sekolah rakyat, cek kesehatan gratis, serta penguatan ketahanan pangan dan pengendalian inflasi.
Menurutnya setiap rupiah anggaran harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Kita harus mengutamakan belanja produktif dan memastikan pembangunan benar-benar menyentuh kebutuhan rakyat, terangnya.
Dikatakanya melalui pelaksanaan Musrenbang Tingkat Kecamatan Bokat ini, Pemerintah Kabupaten Buol berharap terwujud perencanaan pembangunan yang partisipatif, tepat sasaran, dan berkelanjutan, demi mewujudkan Kabupaten Buol yang lebih maju, adil, dan sejahtera, tandasnya.

Camat Bokat, Moh.Ikhsan S. Mangge S.Sos dalam laporannya musrenbang telah dilaksanakan di 15 desa dengan semangat partisipatif dan inklusif. Seluruh usulan masyarakat telah diinput melalui aplikasi SIPD sebagai bagian dari sistem perencanaan terintegrasi.
Sebanyak 118 usulan program dan kegiatan dari Kecamatan Bokat diajukan untuk menjadi prioritas pembangunan. Salah satu fokus utama adalah penguatan program ketahanan pangan desa yang telah berjalan, termasuk pengembangan peternakan ayam petelur dan sentra sayur-sayuran,tuturnya.
Sementara itu Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (PPKAD) Moh. Kasim Ali, SE.,dalam paparannya menjelaskan bahwa meskipun Pendapatan Asli Daerah (PAD) menunjukkan capaian positif pada tahun sebelumnya, pemerintah daerah Kabupatรจn Buol menghadapi tantangan fiskal akibat kebijakan efisiensi nasional dan penurunan dana transfer pusat, tegasnya.
Menurutnya lebih dari separuh APBD dialokasikan untuk belanja pegawai, sehingga ruang fiskal untuk pembangunan menjadi terbatas. Oleh karena itu, pemerintah daerah menekankan pentingnya rasionalisasi anggaran, fokus pada program prioritas, serta memastikan setiap kegiatan memberikan dampak nyata terhadap penurunan kemiskinan dan peningkatan pelayanan publik, tegasnya.
Kepala Bappeda-Litbang Kabupaten Buol, Satar MS Badang, SE, prioritas pembangunan daerah dirumuskan dalam tujuh agenda utama, meliputi penguatan SDM, pengembangan ekonomi berbasis potensi lokal dan digitalisasi, reformasi birokrasi, stabilitas daerah, pelestarian lingkungan, pemerataan pembangunan desa, serta peningkatan infrastruktur dasar dan ekonomi, terangnya.

Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Buol Ahmad Kuntuamas menegaskan pentingnya sinergitas antara Pokok Pikiran (Pokir) DPRD dan program prioritas pemerintah daerah. DPRD mendorong agar usulan masyarakat, khususnya di bidang infrastruktur dasar, pertanian, UMKM, kesehatan, dan pendidikan, dapat terakomodir secara efektif dan berbasis data yang akurat, tegasnya.
Hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Buol H.Rishayudi Triwibowo Timumun, MM, Sekda Buol, kepala OPD, Forkopimda, para Kades, anggota BPD dan tokoh masyarakat (mbn.ril)






