
Buol, mediabusernews.com โ Kondisi Pasar Lakea I kian memprihatinkan. Para pedagang sembako, alat rumah tangga, hingga berbagai kebutuhan lainnya nekat menggelar daganganya di bahu Jalan Trans Sulawesi, satu-satunya akses vital menuju Ibu Kota Provinsi Sulawesi Tengah. Aktivitas jual beli yang semrawut ini dinilai sangat berbahaya dan berpotensi memicu kecelakaan lalu lintas.

Ironisnya, pasar induk resmi hanya berjarak sekitar 50 meter dari ruas jalan nasional tersebut. Namun, bahu jalan justru dimanfaatkan sebagai area berjualan sekaligus tempat parkir kendaraan. Tragisnya lagi setiap kendaraan yang parkir di bahu jalan itu dikenakan tarif Rp2.000, seolah area terlarang tersebut telah dilegalkan dan diduga marak pungli, ujar salah seorang tokoh masyarakat setempat yang enggan disebutkan media ini minggu,1/3/2026.
Menurut sumber resmi tersebut kondisi ini telah berlangsung lama. Sayangnya, instansi terkait terkesan tutup mata dan tidak menunjukkan langkah tegas untuk menertibkan.Ini bukan masalah baru, tapi seakan dibiarkan. Padahal risikonya nyawa manusia.
Sumber itu meminta Kepala Dinas Koperasi,UMKM, Perindustrian dan Perdagangan(Diskumperindag)Kabupaten Buol untuk segera turun tangan secara proaktif. Penataan pasar dan penertiban pedagang di bahu jalan dinilai mendesak dilakukan sebelum jatuh korban jiwa akibat kelalaian dan pembiaran yang berlarut-larut, tegasnya.
Lanjut kata dia, apalagi saat ini kondisi bulan suci Ramadhan dipastikan para pengunjung dan penjual memblukdak.
Jika kondisi ini terus dibiarkan, Pasar Lakea I bukan hanya menjadi wajah semrawut daerah, tetapi juga simbol abainya pengawasan terhadap keselamatan publik di Kabupaten Buol, pungkasnya.(mbn.fandy)







