
Gadung, mediabusernews.com, – Bupati Buol H. Risharyudi Triwibowo Timumun, MM, di musrenbang Kecamatan Gadung menegaskan musrenbang merupakan momentum penting dalam menentukan arah pembangunan Kabupaten Buol tahun 2027. Pihaknya menyampaikan bahwa kebijakan efisiensi anggaran yang berdampak pada daerah harus disikapi dengan kerja yang lebih efektif, inovatif, dan terukur, tuturnya di musrenbang Kecamatan Gadung yang digelar di Desa Taat jumat,27/2/2026.
Bowo Timumun sapaan akrab Bupati Buol itu, mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk mendukung program prioritas nasional serta memperkuat sektor-sektor unggulan daerah, termasuk pertanian, perikanan, dan pengelolaan potensi sumber daya alam secara legal dan tertib. Sembari menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, DPRD, kecamatan, dan desa dalam menyusun usulan yang benar-benar prioritas dan selaras dengan kemampuan fiskal daerah, tegasnya.
Camat Gadung Aruji T.Saloa,S.Ag. mengapresiasi perhatian Pemerintah Kabupaten Buol terhadap pembangunan di wilayahnya, termasuk alokasi anggaran peningkatan jalan desa yang mencapai kurang lebih Rp13 miliar. Pihaknya juga menyoroti sejumlah persoalan yang masih menjadi perhatian, di antaranya penertiban ternak yang berkeliaran serta sejumlah usulan prioritas desa yang belum terealisasi secara optimal, terang mantan Kabag Humas itu.
Kepala Bappeda – Litbang Kabupaten Buol, Satar MS.Badang, SE Musrenbang merupakan amanat Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional. Ia menyebutkan tema pembangunan Kabupaten Buol Tahun 2027 diarahkan pada pengembangan sektor pertanian dan sumber daya alam berkelanjutan sebagai tulang punggung pertumbuhan ekonomi untuk percepatan penurunan kemiskinan ekstrem dan pengangguran, tegasnya.

Berdasarkan data yang dipaparkan, pertumbuhan ekonomi Kabupaten Buol tahun 2024 berada pada kisaran 3,31 persen, dengan tingkat kemiskinan sekitar 13,8 persen, sehingga diperlukan perencanaan yang lebih fokus dan tepat sasaran, imbuhnya.
Ditempat yang sama Kepala Bapenda Kabupaten Buol, Lany Irawati, Seleh, SE,M.AP kebijakan efisiensi belanja dari pemerintah pusat berdampak pada penurunan ruang fiskal daerah. Dana Desa yang sebelumnya sekitar Rp.85 miliar mengalami penyesuaian menjadi kurang lebih Rp.73 miliar. Untuk itu, pemerintah daerah membentuk Tim Optimalisasi Pendapatan Daerah guna memperkuat Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui intensifikasi dan ekstensifikasi pajak dan retribusi, pemutakhiran data objek pajak, serta digitalisasi sistem pembayaran, tegasnya.
Anggota DPRD Kabupaten Buol Dapil II, Ida Rahma, S.KM, berharap agar setiap desa dan kelurahan dapat memperoleh minimal satu program prioritas setiap tahun. Pihaknya menekankan pentingnya program yang menyentuh langsung kebutuhan dasar masyarakat seperti jalan produksi pertanian, sarana prasarana pertanian dan perikanan, akses air bersih, serta rehabilitasi fasilitas desa, tandasnya.
Hadir dalam kegiatan tersebut Wabup.Buol Dr. Moh.Nasir Dj Daimaroto,SH, MH, Sekretaris Daerah Kabupaten Buol Moh. Yamin Rahim, S.H, M.H, Camat Gadung Aruji T. Saloa, S.Ag., Ketua TP-PKK Kabupaten Buol Ny. Shinta Andriani Ningsih Triwibowo, para kepala OPD, anggota DPRD Kabupaten Buol Dapil II Ida Rahma, S.KM. para Kades, BPD dan tokoh masyarakat.(mbn.fandy).







