Bencana Alam Datang Tanpa Permisi, Sertipikat Elektronik Jadi Pilihan karena Beri Rasa Aman

Aceh, mediabusernews.com, – Bencana alam yang tidak bisa diprediksi kapan akan terjadi menanamkan kekhawatiran di benak masyarakat. Bencana bisa menimbulkan kerusakan pada akses, fasilitas, hingga rumah beserta aset yang berada di dalamnya, termasuk sertipikat tanah.

Dampak itulah yang juga menimpa Helmi Ismail, nazir tanah wakaf Yayasan Pendidikan di Desa Bundar, Kecamatan Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang. Bencana hidrometeorologi yang terjadi di Aceh pada November 2025 lalu ikut menghanyutkan sertipikat tanah milik yayasannya.

Sadar akan nilai yang dimiliki sertipikat tersebut mendorong Helmi Ismail untuk segera bertindak. Dua minggu setelah banjir mulai surut, ia berkomunikasi dengan Kantor Pertanahan (Kantah) Kabupaten Aceh Tamiang untuk mengajukan permohonan penggantian sertipikat yang hilang. Meski proses penggantian sertipikat dilakukan di posko sementara karena Kantah juga terdampak banjir, ia tak menyangka dalam waktu kurang dari sepekan sertipikat pengganti yayasannya sudah bisa dimiliki kembali.

โ€œAlhamdulillah sangat responsif. Kurang dari seminggu sertipikat baru sudah terbit. Kami sangat bersyukur atas respons cepat dari Kantah di Aceh Tamiang,โ€ ujar Helmi Ismail.

Peristiwa tersebut menjadi titik balik bagi Helmi. Ia menyadari di tengah risiko bencana yang terus mengintai, perlindungan dokumen fisik saja tidak lagi cukup. Sertipikat dalam bentuk elektronik yang dicanangkan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) pun ia pandang sebagai solusi yang relevan dan mendesak.

Sertipikat pengganti yang diterbitkan kali ini sudah diperbaharui menjadi Sertipikat Elektronik. Digitalisasi itu Helmi Ismail pahami bukan sekadar perubahan bentuk, melainkan perubahan cara pandang terhadap keamanan aset. โ€œDigitalisasi ini sangat kami sambut baik. Praktis, mudah, dan dokumentasinya lebih aman. Kalau terjadi kehilangan, salinannya bisa disimpan secara digital, misalnya di Google Drive. Bisa dicek lewat aplikasi juga. Jadi tidak perlu khawatir lagi dengan dokumen fisik,โ€ tuturnya.

Pengalaman serupa juga dialami Nazarudin, warga Kota Langsa. Banjir setinggi satu meter yang merendam rumahnya juga merusak berbagai dokumen penting, termasuk sertipikat tanah tempat tinggalnya. Beruntung, melalui pengajuan sertipikat pengganti yang kini berbentuk elektronik, legalitas tanahnya dapat diverifikasi dengan cepat dan aman.

โ€œKalau kita lihat bentuknya, ini lebih praktis. Informasinya lebih mudah diakses, dan saat terjadi bencana seperti banjir, kami tidak perlu khawatir lagi,โ€ kata Nazarudin.

Di wilayah Aceh yang kerap dilanda banjir, alih media dari sertipikat analog ke Sertipikat Elektronik menjadi langkah preventif yang rasional. Legalitas tetap terjamin sekaligus risiko kehilangan akibat bencana dapat ditekan secara signifikan. Kepala Kantah Kota Langsa, Dedi Rahmat Sukarya lantas mengimbau masyarakat untuk segera mengalihmediakan sertipikat tanah mereka yang masih belum berbentuk elektronik.

โ€œSaya mengimbau seluruh masyarakat Kota Langsa untuk segera melapor, baik ke Kantah maupun ke kepala gampong (desa), untuk mengalihmediakan seluruh sertipikat tanah menjadi Sertipikat Elektronik. Ini agar dokumen lebih aman, lebih mudah diakses, dan lebih terjaga,โ€ ucap Dedi Rahmat Sukarya.

Kisah Helmi Ismail dan Nazarudin menjadi pengingat di tengah risiko bencana yang bisa terjadi tak terprediksi, perlindungan aset tidak lagi cukup hanya dengan menyimpan tersembunyi di rumah. Era modern menawarkan tambahan keamanan dengan data pertanahan yang tersimpan secara digital di sistem online Kementerian ATR/BPN. Transformasi ke Sertipikat Elektronik bukan sekadar inovasi administratif, melainkan bentuk adaptasi terhadap realitas zaman, menjaga hak atas tanah agar tetap aman, meski bencana terkadang datang tanpa permisi. (MW/YZ)

#KementerianATRBPN
#MelayaniProfesionalTerpercaya
#MajuDanModern
#MenujuPelayananKelasDunia
  • ManWith mediabusernews

    Related Posts

    Bupati Buol Minta Pejabat Sebagai Ortu Asuh Percepatan Penurunan Stunting.

    Buol, mediabusernews.com, – Bupati Buol H.Risharyudi Triwibowo Timumun MM, meminta kepada pejabat lingkup Pemkab Buol sebagai orang tua asuh terhadap percepatan penurunan stunting. Hal tersebut disampaikanya saat menggelar rapat kerja(Rakor)…

    HEBOH! Di Buol Kue MBG Kedaluwarsa Dibagikan ke Siswa SD dan STM, Guru Minta Pihak SPPG Bertanggung Jawab.

    Buol, mediabusernews.com, โ€“ Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menjadi sorotan di Kecamatan Biau, Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah. Pasalnya, kue dalam kemasan yang dibagikan kepada siswa SD dan STM diduga…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    You Missed

    Bupati Buol Minta Pejabat Sebagai Ortu Asuh Percepatan Penurunan Stunting.

    Bupati Buol Minta Pejabat Sebagai Ortu Asuh Percepatan Penurunan Stunting.

    HEBOH! Di Buol Kue MBG Kedaluwarsa Dibagikan ke Siswa SD dan STM, Guru Minta Pihak SPPG Bertanggung Jawab.

    HEBOH! Di Buol Kue MBG Kedaluwarsa Dibagikan ke Siswa SD dan STM, Guru Minta Pihak SPPG Bertanggung Jawab.

    Bencana Alam Datang Tanpa Permisi, Sertipikat Elektronik Jadi Pilihan karena Beri Rasa Aman

    Bencana Alam Datang Tanpa Permisi, Sertipikat Elektronik Jadi Pilihan karena Beri Rasa Aman

    RAPAT KOORDINASI KANTOR PERTANAHAN KABUPATEN BUOL BERSAMA PEMERINTAH DAERAH KABUPATEN BUOL

    RAPAT KOORDINASI KANTOR PERTANAHAN KABUPATEN BUOL BERSAMA PEMERINTAH DAERAH KABUPATEN BUOL

    Wabup Buol Resmi Buka Musrenbang Kec.Bunobogu Dorong Ekonomi Mandiri dan SDM Berkualitas

    Wabup Buol Resmi Buka Musrenbang Kec.Bunobogu Dorong Ekonomi Mandiri dan SDM Berkualitas

    Wabup Buol Hadiri Apel Siaga Kamtibmas Ramadhan 1447 H Di Mapolres Buol

    Wabup Buol Hadiri Apel Siaga Kamtibmas Ramadhan 1447 H Di Mapolres Buol