
Buol, MEDIABUSERNEWS. COM, β Suasana haru menyelimuti acara pisah sambut Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Buol yang digelar pada selasa, malam 18/8/2026. Momen pergantian kepemimpinan dari Dr. H. Nurkhairi, S.Ag., M.Si. kepada H. Taufik Abdul Aziz, S.Ag. berlangsung sederhana, namun penuh makna.

Sejumlah Aparatur Sipil Negara (ASN), tokoh masyarakat, hingga insan pendidikan tampak larut dalam suasana sedih penuh haru.
Setelah mengabdi selama 22 tahun 6 bulan di Kabupaten Buol, Nurkhairi resmi mengemban amanah baru sebagai Kepala Bidang Bimas Islam Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Tengah di Palu.
Meski Surat Keputusan (SK) mutasi telah diterbitkan sejak 2024, amanah tersebut ia baru dijalankan tahun 2026.

Dalam sambutannya, Nurkhairi mengungkapkan rasa syukur sekaligus kenangan mendalam selama bertugas di Buol.
“Buol telah mendidik saya. Dari Buol saya belajar hingga bisa mengikuti pendidikan di Lemhannas. Amanah ini saya jalani berkat izin Allah SWT dan doa seluruh masyarakat Buol.
Semoga perpisahan ini bukan berarti memutus tali silaturahmi,” ujarnya.
Menutup pesannya, Nurkhairi menyampaikan kalimat penuh makna yang mengundang tepuk tangan hadirin.
“Bukan titik yang menyebabkan tinta, tetapi titik yang menyebabkan cinta. Bukan cinta yang menyebabkan cantik, tetapi cintalah yang membuat semuanya menjadi indah, tuturnya dengan rasa sedih.
Sementara itu, Kepala Kantor Kemenag Buol yang baru, H. Taufik Abdul Aziz, S.Ag., mengajak seluruh jajaran Kemenag dan masyarakat untuk terus memperkuat sinergi dalam membangun kehidupan keagamaan di Kabupaten Buol.
Saya memohon dukungan seluruh pihak agar kita dapat melanjutkan program-program yang telah dirintis sebelumnya. Pembangunan tidak bisa dilakukan sendiri, tetapi melalui kolaborasi semua elemen, pintanya.
Bupati Buol, H. Risharyudi Triwibowo Timumun, MM, memberikan apresiasi tinggi atas dedikasi Nurkhairi selama memimpin Kemenag Buol. Menurutnya, sosok Nurkhairi bukan hanya mitra pemerintah, tetapi juga sahabat dan guru yang santun bagi masyarakat, terangnya.
“Pak Nurkhairi adalah teman dalam pembangunan, saudara, sekaligus guru yang memberikan keteladanan. Semoga mutasi ini tidak memutuskan silaturahmi. Bhineka Tunggal Ika harus tetap menjadi modal utama dalam membangun Buol melalui kerja bersama, ucapnya.
Pihaknya menyampaikan selamat datang kepada H. Taufik Abdul Aziz dan berharap selalu diberikan kesehatan dalam menjalankan amanah membangun Kabupaten Buol, tegas Bupati.
Sementara itu rasa kehilangan juga disampaikan Kepala MIN Lakea, Sugianto, S.Ag. Dengan linangan air mata , ia mengenang sosok Nurkhairi sebagai pemimpin yang santun dan memiliki kontribusi besar terhadap kemajuan pendidikan Islam di Kabupaten Buol.
“Beliau bukan hanya atasan yang santun, tetapi juga guru dan pembimbing kami dalam banyak hal. Selamat jalan, saudara kami, guru kami. Semoga sukses mengemban amanah di tempat yang baru,” tuturnya.
Kepada Kepala Kemenag yang baru, Sugianto menegaskan komitmen seluruh jajaran MIN Lakea untuk mendukung setiap program peningkatan mutu pendidikan Islam.
“Kami siap bersinergi dan mendukung seluruh program demi kemajuan pendidikan Islam di Kabupaten Buol, tegasnya.
Pisah sambut tersebut bukan sekadar seremoni pergantian jabatan, melainkan menjadi simbol estafet kepemimpinan dan komitmen bersama untuk terus memperkuat pembangunan keagamaan di Kabupaten Buol dengan semangat persaudaraan, kolaborasi, dan pengabdian kepada masyarakat, tutur Sugianto.(mbn.ril)


