
Buol, mediabusernews.com, β Bupati Buol, H. Risharyudi Triwibowo Timumun, MM, mengimbau seluruh masyarakat agar tetap tenang dan tidak panik pasca gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 5,4 yang mengguncang Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah, pada Minggu malam, 12 Juli 2026, pukul 20.46.35 WITA.
Dikatakanya berdasarkan analisis BMKG, episenter gempa berada pada koordinat 1,31 LU dan 121,38 BT atau sekitar 37 kilometer timur laut Buol dengan kedalaman 10 kilometer. BMKG memastikan gempa tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami.

Bupati yang akrab disapa Bowo Timumun itu mengajak masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan tanpa menimbulkan kepanikan serta senantiasa berdoa kepada Allah SWT agar seluruh warga dijauhkan dari segala musibah dan hal-hal yang tidak diinginkan.
Sesaat setelah gempa terjadi, Bupati Buol langsung menginstruksikan Kepala Badan BPBD Kabupaten Buol, Moh. Kachfi Mardjun, S.Pi., M.Si., bersama seluruh instansi terkait untuk melakukan asesmen cepat dan memperkuat koordinasi lintas daerah guna memastikan penanganan darurat berlangsung secara optimal.

Menurutnya sejumlah kebutuhan mendesak yang diidentifikasi meliputi tenda pengungsian, obat-obatan, makanan siap saji, selimut, perlengkapan bayi, pakaian bagi lansia, genset, terpal, hingga bantuan perbaikan rumah yang mengalami kerusakan.
Pemerintah Kabupaten Buol melalui BPBD dan Dinas Sosial juga telah mendirikan tenda darurat di halaman RSUD Mokoyurli Buol sebagai lokasi penanganan dan perawatan sementara bagi pasien. Selain itu, Pemkab Buol terus menjalin koordinasi intensif dengan pemerintah pusat di Jakarta serta Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah untuk memastikan seluruh kebutuhan penanganan dampak gempa dapat terpenuhi dengan cepat dan tepat sasaran, pungkasnya.
Hasil pantaun tim mediabuser news.com, hingga jam 2.45 menit dini hari air laut normal sebagai mana biasanya dan tidak ada tanda – tanda Stunami namun warga tetap waspada. Dan diareal halaman upacara kantor bupati buol ribuan masyarakat sabar tidur beralaskan tikar seadanya bahkan di seputar gunung Leok, kali dan sekitarnya telah dipenuhi oleh warga. Disamping itu pula warga yang ada rumah masing – masing siaga dan sabar tidur diteras rumahnya.(mbn.ril)


