
Buol, mediabusernews.com, Bupati Buol H. Risharyudi Triwibowo Timumun,MM diwakili Asisten Administrasi Umum Wahyu Setiabudi SH secara resmi membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Tingkat Kecamatan Tiloan. Kegiatan yang berlangsung di BPU Desa Boilan pada Kamis (5/3/2026) ini menjadi wadah krusial dalam menyerap aspirasi akar rumput demi pembangunan daerah yang tepat sasaran.
Hadir pada kegiatan tersebut Ketua II DPRD Kabupaten Buol, Ahmad Kuntuamas, Ketua TP-PKK Kabupaten Buol, Ny. Shinta Andriani Ningsih, Kepala BAPPEDA Satar MS Badang, SE, serta jajaran pimpinan OPD, Forkopimcam, dan tokoh masyarakat setempat.
Camat Tiloan, Djufri Lamadang, SE, mengungkapkan bahwa sebanyak 150 usulan kegiatan pembangunan telah diinput oleh Kecamatan Tiloan melalui aplikasi SIPD-RI. Usulan tersebut mencakup berbagai sektor yang disesuaikan dengan skala prioritas kebutuhan masyarakat desa.
Menurut Djufri selain infrastruktur, isu kesehatan menjadi sorotan utama, data screening stunting di wilayah Tiloan yang mencatat total 78 kasus tersebar di sembilan desa. Desa Kokobuka tercatat memiliki angka tertinggi (14 orang), disusul Desa Air Terang (12 orang) dan Desa Jatimulya (11 orang). Data ini diharapkan menjadi acuan bagi perangkat daerah dalam mengintervensi program kesehatan di tahun mendatang, ungkapnya.

Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Buol, Ahmad Kuntuamas, dalam sambutannya menekankan pentingnya efisiensi anggaran. Sembari menegaskan bahwa pokok-pokok pikiran DPRD akan disinergikan dengan program pemerintah daerah, terutama pada sektor infrastruktur dasar, ekonomi UMKM, pertanian, pendidikan, dan penanganan stunting, tegasnya.
Kepala BAPPEDA – Litbang Kabupaten Buol, Satar MS Badang, SE memaparkan visi besar Kabupaten Buol: βMewujudkan Buol Agamis sebagai daerah Agropolitan yang maju dan berkelanjutan.β Fokus pembangunan 2027 akan diarahkan pada transformasi digital, reformasi birokrasi, dan percepatan pembangunan kewilayahan berbasis perdesaan, imbuhnya.
Bupati Buol, dalam arahan tertulisnya yang dibacakan Asisten administrasi umum setda Bisa uol, Wahyu Setia Budi menegaskan bahwa setiap rupiah belanja daerah harus memiliki dampak nyata bagi masyarakat. Beliau meminta agar perencanaan pembangunan selaras dengan kebijakan Provinsi Sulawesi Tengah dan program prioritas nasional.
Menurutnya setiap perencanaan harus partisipatif dan selaras. Kita mendukung penuh program nasional seperti Makan Bergizi Gratis, Penguatan Koperasi Merah Putih, Sekolah Rakyat, hingga Cek Kesehatan Gratis. Bupati mengajak masyarakat untuk konsisten menjaga kebersihan lingkungan melalui kerja bakti, pintanya.(mbn.ril)







